
Belut atau Welut (Red:Jawa) merupakan makanan dengan kandungan protein hewani yang lebih tinggi dari daging sapi dan telur ayam. Selain harganya yang lebih murah, makanan rakyat ini sangat mudah dutemukan di pasar-pasar disekitar Anda. Jika ingin memilih sendiri, Anda bisa berkunjung di Pasar Godean Sleman Yogyakarta karena disana banyak deretan penjual belut goreng.
Kali ini, Tim Gudegnet menelusuri sebuah home industri yang terletak di Dusun Klaci 2,
Margoluwih, Seyegan, Sleman. Dirumah itu terdapat home industry Dewi yang khusus membuat belut goreng menjadi makanan yang
istilah Jawanya "Kemriuk".
Budi Utomo sang pemilik usaha, mengatakan bahwa bahan-bahan belut didapatkan dari Jawa
Timur, diantaranya didatangkan dari Lumajang, Malang dan Bojonegoro. Hal ini mengingat belut sulit untuk diternakkan. Dalam
sekali produksi, Ia mengaku membutuhkan setengah kuintal belut. Sedang untuk menggoreng sendiri membutuhkan 100 liter minyak
goreng.
Rasa belut goreng buatan home industry Dewi memang renyah karena proses penggorengan yang
matang. Selain itu, proses penggorengan yang menggunakan kayu bakar ini dijamin tidak akan berbau gas. Namun, Anda yang
memiliki masalah dengan kolesterol harus hati-hati, pasalnya, kandungan kolesterol belut termasuk tinggi.
Saat ini, untuk mendapatkan belut goreng yang "kemriuk" ini, Anda bisa memesan dengan harga
antara Rp. 65 ribu - Rp. 70 ribu per kilonya. "Sangat murah bagi mereka penggemar belut goreng," pungkas Budi pada Tim
Gudegnet.



Kirim Komentar