Kue Keranjang merupakan sajian utama makanan khas Imlek dan kue ini merupakan sebuah simbol
sebuah pengharapan agar selalu beruntung dalam pekerjaan sepanjang tahun. Itulah sebabnya kue ini selalu laris manis jelang
Imlek bahkan H - 7 sudah mulai banyak pesanan baik itu dari luar Kota Jogja maupun beberapa kota di Jawa Tengah.
Demikian penuturan Sulistyowati (60) salah satu pembuat kue Keranjang yang kini masih eksis
di Jogja ini dan merupakan salah satu produsen yang masih tetap eksis menggunakan resep turun temurun dari keluarganya.
Saat ini, menurutnya, Kue keranjang memang memiliki banyak permintaan menjelang satu minggu
perayaan imlek. Dalam waktu kerja 1 hari, pihaknya beserta belasan karyawannya mampu menghasilkan sekitar 250-300an kg kue
Keranjang.
"Namun saat ini berkurang lho permintaan konsumen tidak seperti 1 tahun lalu," Jelasnya
saat ditemui Tim Gudegnet ditempat pembuatan kue Keranjang di Tukangan pada Minggu (22/01).
Menurutnya, Kue Keranjang dipercaya sebagai hidangan Dewa Tungku agar membawa kabar baik
kepada Dewa Surga. Kue keranjang berbentuk bundar lantaran berarti supaya keluarga yang merayakan Imlek bisa akrab tanpa
perselisihan, bersatu dan tekad bulat saat menghadapi terpaan di tahun yang akan datang. Kepercayaan ini masih melekat
sampai sekarang.
Itulah sebabnya mengapa Kue Keranjang masih menjadi panganan favorit sebagai hidangan saat
Imlek tiba. Meskipun saat ini permintaan tidak seperti dulu, pihaknya masih bisa menjual Kue Keranjang dengan harga kisaran
Rp 30 ribu, berisi tiga hingga lima buah. "Kalau eceran dipasar, biasanya mereka menjual dengan harga Rp. 12.000,-,"
pungkasnya kepada Tim Gudegnet.



Kirim Komentar