Kalangan industri kini menghadapi berbagai macam tuntutan dalam rangka menjadi industri
hijau agar lebih kompetitif. Efisiensi dalam penggunaan energi merupakan salah satu tolok ukur untuk mendapatkan industri
hijau selain penggunaan bahan baku, peningkatan bahan bakar alternatif dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik merupakan
bagian konsep dari industri.
Hal semacam itu diterapkan dengan baik oleh pihak Holcim. dan pada 2011 silam, pemerintah
memberikan penghargaan peringkat 1 industri hijau 2011 kepada Holcim yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono kepada Direktur Manufaktur Holcim Indonesia.
Dalam bidang pendidikan, Deni Nuryandain selaku Corporate Communication PT Holcim Indonesia
saat press gathering di Hotel Phoenix (07/02) mengungkapkan bahwa pihaknya pun mengkonsentrasikan diri pada bidang
lingkungan. Holcim melakukan MoU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjadikan area bekas tambang silika Cibadak di
Sukabumi yang luasnya 76 hektar menjadi hutan pendidikan yang tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Stok Semen di Yogya Aman
Kapasitas stok semen dalam 1 tahun secara nasional, Holcim pada 2011 lalu memperkirakan
produksi semen yang beredar di masyarakat berkisar 8.3 juta ton per tahun. "Rencana dalam waktu dekat ini Kami akan membangun
pabrik dituban untuk meningkatkan produksi hinga 10 juta ton," jelas Deni Nuryandain pada rekan media.
Untuk area Yogyakarta, menurut Deni masih dalam tahap maintenance, dalam kebutuhan sehari-
hari, Jogja ternyata menyumbang alokasi semen sekitar 25 ribu hingga 30 ribu ton per bulan. "stok di Jogja aman dan
pembangunan di kota ini lumayan signifikan," pungkasnya.



Kirim Komentar