Seni & Budaya

Babad Diponegoro Akan Diusulkan ke UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
Babad Diponegoro Akan Diusulkan ke UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Profesor Emeritus Sejarah Modern di Trinity College, Oxford, Inggris kemarin (08/03) hadir di Museum Sasana Wiratama, Tegalrejo, Yogyakarta.

Acara dengan tajuk bedah buku "Kuasa Ramalan" ini meneliti kehidupan Pangeran Diponegoro. Carey menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk mengetahui seluk beluk Pangeran Diponegoro.

Hadir dalam bedah buku tersebut selain Peter Carey, ada pula Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) yang berperan sebagai Pendukung penerjemahan buku Peter Carey ke Bahasa Indonesia.

Selain itu hadir Ketua Program Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Dr G Budi Subanar SJ. Pembahas buku Wardiman Djojonegoro, pemerhati sejarah yang juga mantan menteri pendidikan dan kebudayaan, dan Ki Roni Sadewo, keturunan keluarga Diponegoro.

Carey saat ditemui Tim Gudegnet bercerita ketertarikannya akan Diponegoro karena keinginan meneliti tentang dampak revolusi Perancis, di daerah luar Paris.

Namun, oleh profesor pembimbingnya, ia disuruh menulis dampak revolusi Perancis di luar Eropa. Kemudian, ketika sedang membaca berbagai catatan sejarah tentang sepak terjang Belanda di Hindia Belanda, tidak sengaja matanya terpaku kepada sketsa sosok FVHA Ritter de Steurs, menantu De Kock yang ikut menangkap Pangeran Diponegoro.

Carey pun memutuskan datang ke Yogyakarta, pada 1971. Menurutnya, kala itu ada suatu pengalaman spiritual yang tidak bisa ia lupakan. Pengalaman tersebut memantapkannya untuk menulis tentang Pangeran Diponegoro. Hasil penelitiannya selama 30 tahun tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku berjudul The Power of Prophecy, yang belakangan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi tiga buku berjudul Kuasa Ramalan, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa. Latar belakang abad 18 dan awal abad 19 mendominasi penggambaran sosok Pangeran Diponegoro.

Dalam interviewnya dengan rekan media, Ia berencana untuk mengajukan Babad Diponegoro ke Unesco sebagai warisan budaya dunia. "Sejarah budaya itu wajib untuk dicengkram (dipengang kuat) agar bila sewaktu waktu bila terjadi bencana manusia masih bisa memiliki pegangan dan ingatan yang segar terhadap sejarah ini," pungkas Carey mengakhiri bincang-bincang dengan rekan media.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini