
Adik-adik apa kabar? semoga kalian selalu sehat dan tetap rajin belajar. Saat ini, Kalian tidak perlu susah ataupun galau karena hiburan bisa Kalian dapatkan didunia internet. Belajar, bermain, menambah ilmu maupun mencari hiburan melalui lagu juga bisa.
Ada lo sebuah website yang memberikan referensi lagu yang cocok untuk adik-adik. Gerakan
ini berawal dari kegelisahan seorang komposer bernama Djito Kasilo (51) dimana saat ini anak-anak yang terbilang usianya
masih dini menyanyikan lagu-lagu kalangan dewasa. Bukan berarti lagu orang dewasa jelek. Namun memang baiknya kalau anak-anak
mendengarkan lagu yang sesuai dengan usianya. Karena biasanya lagu anak-anak berisi nasihat, pesan moral dan ajaran edukatif.
Ditemui Tim Gudegnet di kantor Mari Nyanyi, Jl. Cerme no. 326A Catur Tunggal, Sleman,
Yogyakarta, Kak Citra Ivana, Kak Adin Rahmana, Kak Petra Anderson, Kak Natalia Eka Jiwanggi, Kak Yoelius Marindha, Kak Fenny
Setyowati, Kak Utie Respati, Kak Keke Hanggana Raras, dan Kak Pungkas Riandika adalah tim inti yang terlibat langsung di
marinyanyi.com secara offline.
"Ayah Djito kini telah menciptakan lagu anak-anak yang berisi nasihat dan imbauan yang
jumlahnya sudah mencapai 195 lagu," ungkap Citra Ivana yang kini didaulat sebagai Tim Media Relation marinyanyi.com. Lagu
yang ada diweb tersebut dapat diunduh secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Menurut Citra, Ayah Djito melakukan gerakan ini karena generasi sekarang membutuhkan
pendidikan karakter yang sangat penting, dan itu harus dilakukan sejak usia masih belia. Salah satunya, dengan lagu yang
berisi pesan-pesan yang baik merupakan langkah awal memberikan nasihat bagi anak-anak.
Secara teknis Komunitas Mari Nyanyi dibagi dalam beberapa kelompok kerja. "Ada Tim
Digital yang tugasnya mengelola soc med, web, lagu, komik, animasi dan lainnya, kemudian Tim Kreatif yang mengbertugas
mengemas acara-acara pentas, publikasi, mendesain, dan konten acara, ada pula Community Comunication, Tim Volunteer, dan Tim
Kesekretariatan Umum, semuanya bersinergi unutk mencapai tujuan utama," tambah Citra Ivana.
Sejauh ini, Ayah Djito dan Komunitas Mari Nyanyi melakukan kegiatan secara terpisah.
"Ayah Djito melakukan pembuatan lagu bedasarkan masukan dari para orang tua dan guru TK dan kemudian diproduksi di Jakarta,
sedangkan Kami di Yogya ini melakukan aktivitas-aktivitas pendukung lain seperti melaksanakan road show, seminar dan
workshop, bagi-bagi CD ke TK dan PAUD, serta menyelenggarakan liburan musikal," tukasnya.
Disamping kegiatan offline, kegiatan secara online berupa penayangan video clip anak,
aktivitas di sosial media seperti facebook, twitter juga berjalan secara seimbang. Media sosial ini dipandang sangat efektif
dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Dalam obrolan terakhir dengan Tim Gudegnet, pungkas Riandika yang terlibat pula dalam Tim
Offline mengungkapkan bahwa pihaknya menekankan bahwa aktivitas sosial ini adalah gerakan murni non profit yang ingin
membantu orang tua memberikan fererensi-referensi positif saat anak-anak berselancar didunia internet. "Dampak industri musik
yang tidak perhatian pada penciptaan lagu anak-anak berakibat terbentuknya anak-anak menjadi matang terlalu dini,"
pungkasnya.




Kirim Komentar