
Belajar asal-usul wayang kira-kira mungkin ga? mungkin banget kalau Anda niat menjadi pelestari seni budaya khususnya wayang. Dimana, benda yang satu ini telah diakui oleh UNESCO sejak 7 November 2003. Wayang merupakan warisan budaya yang masuk dalam kategori World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Demikian diungkapkan oleh Donny Mega Nanda, selaku pengelola Museum Wayang Kekayon
sekaligus sebagai putra dari pemilik museum, Soedjono Prawirohadikusumo, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa. Antusiasme
Finalis Dimas Diajeng Propinsi DIY nampak memancar saat Mas Donny (sapaan akrabnya) menerangkan asal-usul wayang.
Bermacam pertanyaan muncul dari 14 pasang finalis yang hadir di museum yang terletak di Jl.
Yogya-Wonosari km 7 No. 277, Bantul itu. Sejak resmi berdiri pada 23 Juli 1990, Museum Wayang Kekayon saat ini telah memiliki
ribuan koleksi yang terbagi dalam 10 unit ruang.
"Karena sedang revitalisasi dari 2011 yang lalu, sementara yang bisa dinikmati baru 8 unit
saja, namun tidak mengurangi informasi yang akan adik-adik dapatkan," jelas Donny kala berbicara dengan para finalis Dimas
Diajeng. 10 ruang yang direncanakan tersebut memuat bermacam informasi mengenai jenis wayang.
Salah seorang Finalis Dimas Yogya menanyakan bagian-bagian museum. Selanjutnya Donny
menerangkan unsur-unsurnya yang terdiri atas: Wayang Purwo gaya Yogyakarta, Wayang Purwo gaya Surakarta, Wayang Madya-Gedog,
Wayang Klitik-Krucil-Beber, Wayang Maduran-Kidang Kencana, Wayang Bali-Suluk-Golek Menak-Golek Suluk, Wayang Jawa-Tutur-
Diponegaran, Aneka Topeng gaya Yogya-Bali, Wayang Kontemporer dari Amerika-Thailand-India, dan Wayang 1 Abad yang merupakan
wayang khusus yang dipertunjukkan didalam kraton.
Menurut Finalis Dimas Mahesa, kegiatan pengenalan budaya khususnya wayang ini ternyata
mampu membuka wawasan. "Dari yang dahulunya hanya kenal, kini menjadi terisi informasi yang segar dan menambah pengetahuan,
Saya berharap dengan adanya kunjungan ini, kesadaran akan mencintai budaya semakin kuat," jelasnya.
Sebagai penutup, Donny menekankan bahwa Museum Wayang Kekayon memiliki tujuan mulia antara
lain sebagai preservasi kebudayaan nasional, memiliki fungsi yang strategis dalam bidang pendidikan, penelitian dan rekreasi.
"Kami bercita-cita agar generasi muda kita dapat mengetahui dan memahami kebudayaan adiluhung asli nenek moyang," pungkas
Donny pada Tim gudegnet.




Kirim Komentar