
Puro Pakualaman Yogyakarta kemarin menjadi tempat pembukaan Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II yang pada kesempatan itu mempersembahkan Pentas Sendratari Kidung Dharma Nusantara dibawah pimpinan Prof. Dr. Wayan Dana. Ribuan umat Hindu dan masyarakat umum turut serta menikmati pertunjukan spektakuler tersebut.
Awalnya, Sendratari bercerita tentang Wangsa Sailendra yang berkuasa di Pulau Jawa, yang berhasil pula menguasai Kerajaan
Sriwijaya di Pulau Sumatra. Sampai akhirnya, sekitar tahun 840-an, seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil
menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang, dan memindahkan
istananya ke Mamrati. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya (id.wikipedia.org).
Dari cerita sendratari Kidung Dharma Nusantara tersebut, disaksikan khusus oleh Menteri Agama Drs. Suryadharma Ali, M.Si yang
datang dilokasi acara sekaligus membuka acara yang melibatkan 16 provinsi tersebut. Dalam sambutannya, Suryadharma Ali
mengatakan bahwa tidak ada faktanya bahwa hubungan antar Agama di Indonesia itu buruk, kegiatan-kegiatan keagamaan sering
dilaksanakan kerjasama dengan umat lain juga terjalin dengan baik.
Dilokasi yang sama, Ketua Umum Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu II, Ida Bagus Wika Krishna, mengatakan bahwa tahun ini
jumlah peserta mengalami peningkatan dibanding tahun lalu di Solo, yang diikuti 10 provinsi. "Festival ini mengakomodasi
semua potensi seni keagamaan Hindu dari daerah masing-masing," katanya.
Berbagai macam komentar positif datang dari banyak kalangan. Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II ternyata mampu
mengakomodir aneka seni dinusantara dan dapat mewujudkan adanya toleransi beragama di Indonesia. ""Saya melihat kirab yang
berlangsung dari Parkir Abu Bakar Ali hingga Pakualaman, kemudian saya lanjut nonton acara sendratari ini, keren banget, Saya
berharap acara semacam ini bisa diadakan setiap tahun," pungkas Nindya seorang mahasiswa asal Sleman ini bercerita pada
gudegnet.




Kirim Komentar