Seni & Budaya

Sentilan Kesadaran Melalui Lukisan

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
Sentilan Kesadaran Melalui Lukisan



Manusia tidak pernah lepas dari kodratnya, tumbuh dan berkembang mengikuti perjalanan waktu. Dewasa ini kesadaran diri dalam menyikapi aktivitas manusia sebagai subjek yang mencipta dipertanyakan kembali oleh sebagian orang. Gerak jaman berada pada tengah ketidakpastian semakin membuat pola hidup manusia tumbuh secara tidak beraturan.


Hal ini ditandai dengan meningkatnya tempo kehidupan dalam berbagai bidang seperti produksi, konsumsi, tontonan, hiburan, seperti TV, mall yang tumbuh menjadi orientasi kehidupan manusia yang tidak lagi memiliki fondasi. Kemudian, manusia dipaksa memasuki sebuah dunia sesungguhnya, dunia yang bukanlah kenyataan namun melampaui yang "nyata" itu sendiri.


Fenomena ini coba unutk diungkapkan oleh beberapa seniman yang menggelar berbagai macam karya seni di underpass, UIN Sunan Kalijaga yang berlangsung dari 29  Oktober - 2 November 2012. Tema dengan tajuk Gelar Karya Seni Rupa V "Sulur Ndlulur" ini mencoba unutk mengkritisi rangkaian kehidupan manusia yang terus bergerak, tumbuh dan berubah.


Proses tersebut kadang kala membuat manusia kehilangan sebuah pegangan atau orientasi diri dalam lingkungan atau kehidupannya. Pegangan yang dimaksud adalah kesadaran. Gelar Karya Seni Rupa V "Sulur Ndlulur" ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari mahasiswa UIN saja, melainkan pengunjung yang datang dari kampus luar. Sebut saja Udiek, mahasiswa angkatan 2008 dari Komunikasi UMY ini datang menyempatkan diri untuk menikmati hasil karya seniman yang dipampang di underpass.


"Secara pribadi saya menilai bahwa manusia kini perlu disentil oleh aktivitas-aktivitas seni semacam ini agar intuisi kepedulian pada daerah sekitar bisa lebih peka, kadang, setelah seseorang merasa bisa melakukan sendiri, kemudian tidak peduli pada lingkungan sekitar," tukas mahasiswa asal Lampung ini bercerita pad Tim gudegnet pagi tadi (31/10). Sebagai mashluk sosial, hendak pegangan tepa slira yang menjadi adat timur masih tetap dapat dijunjung tinggi sebagai identitas pribadi orang Indonesia.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini