Kembara Jiwa atau The Travelling Soul merupakan pameran keliling tentang Seni Rupa Kontemporer Malaysia. Proyek ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberi edukasi dan mempromosikan budaya visual kontemporer Malaysia yang unik bagi khalayak yang lebih luas.
Sebuah program kesenian independen yang dipimpin oleh Mohammad Abdul Aziz Nazli dan Bayu Utoma Radjikin, Kembara Jiwa memulai perjalanan di negara tetangga Indonesia dan bercita-cita untuk mengembara ke seluruh Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika dalam waktu yang cukup dekat. Pameran ini menampilkan hasil karya 21 seniman yang signifikan dan beragam serta cukup ternama di garis depan seni kontemporer Malaysia.
Cukup banyak diantara para seniman baik yang mapan maupun berkembang, seperti Zulkifli Yusoff, Jalaini Abu Hassan, J Anurendra dan Yee I-Lann, telah dengan jelas mengikutsertakan nama-nama mereka di kancah seni regional maupun internasional sejak tahun 1990-an. Namun, banyak dari mereka yang belum dikenal secara luas di luar negeri, bahkan di negara tetangga terdekat.
Pameran ini juga menawarkan kesempatan kepada kelompok seniman Malaysia terpilih dalam berpartisipasi untuk menggapai dan berinteraksi dengan komunitas seni Indonesia; pada khususnya; serta publik penikmat seni; pada umumnya. Mengingat bahwa seni rupa kontemporer Indonesia tentu lebih dikenal dan dirayakan dalam lingkup global, maka pameran ini akan menjadi semacam platform yang baik bagi seni dan para seniman Malaysia untuk menghadapi wacana yang lebih tajam, dan untuk memasuki pasar yang lebih kompetitif.
Diharapkan dengan dibawa masuknya seni dan seniman Malaysia ke Indonesia maka mereka memiliki kesempatan yang baik untuk lebih diakui oleh Indonesia dan penggiat seni internasional, agar menjadi lebih terepresentasikan secara regional dan internasional. Banyak pameran tunggal dan bersama yang telah dilaksanakan di masa lalu untuk memperkenalkan seni Malaysia ke Indonesia. Namun, pameran ini memiliki rangkaian pilihan seniman dan gaya yang lebih luas.
Dengan menampilkan karya unggulan dari para seniman terpilih, pameran ini memberikan kesempatan bagi publik Indonesia untuk menikmati berbagai praktek seni dan mode ekspresi di kalangan seniman Malaysia kontemporer yang luar biasa. Rangkaian karya secara luas yang dipersembahkan dalam pameran ini tidak hanya mencerminkan keragaman teknik, pendekatan, strategi dan media yang berkaitan dengan seniman Malaysia, tetapi juga membahas beragam isu dan tema tentang seni dan estetika yang dieksplorasi oleh mereka.
Berfokus sebagian besar pada penyelidikan dan perwakilan aspek-aspek tertentu dari Malaysia kontemporer, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran memungkinkan penonton Indonesia untuk menyelidiki dan mengalami bagian dari sejarah, budaya dan kehidupan Malaysia. Ini memang merupakan tantangan bagi para seniman yang berpartisipasi untuk melihat karya-karya mereka yang ditempatkan dan diapresiasi dalam konteks sosio-kultural dan geografis yang berbeda.
Meskipun Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kemiripan pada banyak hal, terutama dalam hal budaya, bahasa dan gaya hidup, namun mereka memiliki kepentingan, kebutuhan, ide-ide dan keyakinan mereka masing-masing yang unik. Bertolak pada perbedaan-perbedaan yang hampir tidak terlihat ini, maka sangat memungkinkan terjadinya pemaknaan baru dan pembacaan yang menarik terhadap karya-karya yang dipamerkan.
Seni & Budaya
Conception in Reconciliation




Kirim Komentar