
Banjar Joglo Paseban, sebuah tempat yang unik, berada disekitar persawahan ini akan membuat Anda terkesima bila mengenal lebih jauh tentang tempat yang kini dikelola oleh Yayasan Kaliasih yang dikelola oleh Ibu Dyah Tavipa. Banjar Joglo Paseban hadir ditengah masyarakat oleh karena saat ini, banyak seni tradisi budaya Indonesia khususnya Yogyakarta semakin tergerus dan ditinggalkan oleh generasi muda. Keprihatinan inilah yang menjadi ide dasar mengapa Banjar Joglo Paseban dan Yayasan Kaliasih ini ada.
Banjar Joglo Paseban, terletak didaerah Jeblok-Kersan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul Yogyakarta. Bila Anda bingung, arah jalan menuju Angkring Art Space terdapat sebuah jalan menuju arah selatan, kemudian mentok kearah pertigaan, dari situ Anda bisa mengambil jalan kebarat menuju SD Nirmala, sekitar 200 meter dari SD tersebut ada Joglo tua diselatan jalan. Tempat ini bisa dibilang baru, namun aktivis didalamnya merupakan orang-orang lama yang terdiri atas berbagai macam elemen.
Sebut saja para seniman, cendikiawan, pemerhati budaya hingga tokoh parapsikologi. Keberagaman tersebut coba untuk disatukan dalam wadah Yayasan Kaliasih yang menaungi Banjar Joglo Paseban. Bila Anda belum tahu kegiatannya apa saja, Tim Gudegnet coba untuk mebeberkan kepada Anda. Terdapat aktivitas Sarasehan Jumat Legen (Legi, pasaran Jawa-red) yang dipergunakan oleh banayk tokoh unutk mlakukan diskusi seni dan budaya. Aktivitas paling dekat yang akan dilaksanakan oleh komunitas ini adalah 22 November malam, sekitar jam 19.00 WIB yang membahas tentang sarasehan "Museum & Pencarian Benda Purbakala unutk kepentingan Negeri". Hadir dalam sarasehan tersebut, Kepala Museum Sonobudoyo yang baru Bugiswanto.
"Kami menilai kegiatan ini sangat tepat, mengingat budaya dan tradisi asli kita sangat marginal," jelas salah seorang anggota Yayasan Kaliasih. Hal tersebut juga diamini oleh Dyah Tavipa mang menegaskan bahwa isu budaya yang semakin terpinggirkan menjadi alasan utama mengapa Banjar Joglo Paseban dan Yayasan Kaliasih ini ada. "Jiwa manusia masa kini wajib unutk diperbaiki," tukasnya. Sejalan dengan keinginan untuk selalu melestarikan tradisi dan budaya, pihak Banjar Joglo Paseban pun berencana untuk membuat aktivitas budaya lain seperti Festival dolanan bocah, Kirab Budaya Mangkubumi dan Wayang on The Sky.
Seni & Budaya
Banjar Joglo Paseban, Lahir untuk Selamatkan Tadisi & Budaya




Kirim Komentar