
Enam mahasiswa UGM yaitu Rizqi Utama, (Project Manager), Kuntoro Adi Nugroho (Developer), Vina Setiana (Desainer), Venita (Humas), Taufiq (Developer) dan Fransiska Vena (Keuangan) telah menciptakan sebuah software terapi yang berfungsi untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus terutama mengenai disleksia.
Disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis (Wikipedia). Latar belakang tersebut membuat enam mahasiswa yang berasal dari jurusan berbeda itu bekerjasama menciptakan sebuah software yang bernama LEXIPAL.
"Aplikasi ini sebelumnya telah melalui proses rangkaian panjang mulai dari riset ke lapangan, konsultasi dengan pakar psikologi, orang tua dan guru mengenai anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti disleksia ini," ungkap Rizqi, salah satu pengembang software.
Software tersebut selanjutnya diinstall ke komputer yang tersambung dengan Kinect, yaitu sebuah sensor untuk mengidentifikasi suara dan gerakan. Kinect ini berfungsi untuk menterjemahkan suara atau gerakan yang berfungsi layaknya mouse pada komputer. Setelah semuanya terpasang dalam komputer, maka alat terapi suara dan gerak itu bisa digunakan.
"Kami memiliki 6 panduan atau treatment yang bisa berguna sebagai terapi untuk anak-anak yang terkena disleksia," jelas Rizqi menjelaskan secara dalam tentang software itu.
Treatment itu antara lain, Spelling (item untuk identifikasi suara), Reading Abilities (item untuk identifikasi cara membaca), Auditory-visual Matching (item untuk identifikasi gerak tubuh), Brain Gym (item untuk identifikasi gerak tubuh menggunakan natural user interface).
Sehingga dengan menggunakan software dan Kinect itu, anak-anak yang terkena disleksia dari lahir (developmental dyslexsia) maupun gangguan cara otak kiri membaca (aquired dyslexsia) mendapatkan metode pembelajaran atau terapi yang lebih menyenangkan. Tim tersebut berharap dapat membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus agar dapat membaca dan menulis sepertyi layaknya anak-anak normal lainnya.
Pengembangan Bertahap
Software LEXIPAL secara bertahap akan mengalami pengembangan secara berkelanjutan. Dalam kurun waktu dekat ini, mereka akan melakukan penambahan treatment berdasarkan riset mutakhir. Rencananya, setelah prototip ini menjadi sebuah produk, akan dijual ke masyarakat sehingga anak yang memiliki kebutuhan khusus dapat mendapatkan terapi dan berharap dapat sembuh total.
Teknologi
Mahasiswa UGM Yogyakarta Rancang Perangkat Lunak Terapi Disleksia




Saya ingin mendapatkan alat ini keponakan saya juga dyslexia
Kirim Komentar