
(Gudeg.net - Yogyakarta) Pertunjukkan komedi menjadi alternatif hiburan yang diminati masyarakat. Regenerasi pelawak menjadi isu yang terus menerus dihembuskan agar tawa penonton selalu ada.
Seperti halnya pada pertunjukkan Babad Pasar Kembang di Taman Budaya Yogyakarta (14/3). Pelawak - pelawak lintas generasi dari Yogyakarta seperti Marwoto Kawer dan Den Baguse Ngaraso berkolaborasi dengan Alit Jevi Prabangkoro (Alit-Alit Jabang Bayi - red), Awangizm dan Ogabaen yang lebih muda. Gundhi Anditya, penulis naskah, mengatakan sajian itu memberi gambaran tentang kearifan sosial dengan menggabungkan dagelan dan stand up comedy.
Sedangkan Alit mengatakan pertunjukkan ini sebagai babak baru dalam dunia komedi. "Ada hal-hal baru dan bisa berkarya lebih bebas lagi dengan mempertahankan karakter dan idealisme budaya," katanya.
Bagi Marwoto, komedian senior, kolaborasi dengan pelawak yang lebih muda menjadi tantangan tersendiri. "Komedian stand up terkenal cerdas, peka dan mempunyai wawasan yang luas," katanya. "Ini perpaduan yang harmonis."
Sejak Senin (11/3) tiket pertunjukkan sudah ludes terjual. Bahkan, puluhan penonton masih rela menunggu tiket yang dibatalkan pada hari - H. Ada yang beruntung, sisanya rela menikmati pertunjukkan dari luar gedung lewat televisi 17 inci.




Kirim Komentar