
Borobudur Audax 2013 Sabtu-Minggu (6-7/04) lalu mengambil rute area Yogyakarta dan Magelang, Jateng. Sebuah kehormatan bagi Indonesia acara ini dapat berlangsung dengan bagus dan optimal. Jarak tempuh trek event ini selanjutnya dibagi menjadi tiga rute (300km, 200km, dan 100km), hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap peserta. Menariknya, selain Objek Wisata Borobudur, Waduk Sermo yang biasanya sepi agenda menjadi salah satu lokasi favorit bagi sejumlah pengendara sepeda.
Anto salah satu peserta asal Kota Wates turut meramaikan acara yang diawali dari Hotel Royal Ambarrukmo itu. Meskipun bukan peserta riil Audax 2013, ia mengaku sangat tertantang mengikuti jelajah menggunakan sepeda MTB yang ia beli 2012 silam. "jarak yang saya tempuh sekitar 20 km dari Alun-alun Wates, selain berolahraga, saya juga ingin melihat keadaan waduk saat ini," jelas karyawan swasta itu kepada Tim Gudegnet.
Audax sendiri merupakan gerakan pada 1897 saat sekelompok pengendara sepeda dari Italia melakukan perjalanan sepanjang 200 km antara matahari terbit dan terbenam, lalu dikenal dengan istilah "les audacieux". Spesialnya, bila acara tersebut diselenggarakan di indonesia, rasa kebersamaan menjadi tolok ukur utama antar peserta. Nilai ini dijunjung tinggi, baik dalam suka duka saat melewati perjalanan penuh tanjakan, sengatan terik matahari dan hujan deras yang mengguyur.
Dari sisi pariwisata, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi bagi Kabupaten Kulon Progo. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, SE mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi keikutsertaan para peserta yang datang baik dari sejumlah lokasi di Indonesia maupun mancanegara.
"Waduk ini merupakan satu-satunya yang dimiliki DIY dan berada di ketinggian 300 dpl, apabila dari peserta audax ingin menjelajahi Sermo, dapat menempuh jarak lagi sejauh 22 km," jelasnya.
Ia juga menambahkan, selain terdapat event Borobudur Audax 2013, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo juga mempersiapkan atraksi Kesenian Krumpyung agar Sermo menjadi semakin ramai. Tidak hanya itu, Paguyuban Dimas Diajeng Kabupaten Kulon Progo juga mengadakan lomba aneka olahan yang berbahan dasar geblek. Sehingga euforia kegiatan ini menjadi terasa bagi sejumlah pengunjung.
Dilokasi yang sama, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Drs. R. Agus Santosa, MA yang mewakili Bupati Kulon Progo mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik penyelenggaraan event di Kulon progo tersebut, diharapkan kegiatan ini juga memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar. "Saya merasa bangga bahwa Waduk Sermo dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan, semoga menjadi momen promosi pariwisata bagi kabupaten ini," tutupnya.
Pariwisata
Borobudur Audax 2013, Gowes Sampai Sermo




Kirim Komentar