Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkenalkan alat deteksi pembuluh darah balita pada Rabu (15/05) di Kampus Terpadu UMY. Tim UMY yang terdiri atas Ade Pajar Pirdianto, Muholidin dan Aan Kurniawan akan mengikutkan hasil karya mereka pada Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) di Surabaya, 16 - 17 Mei 2013.
Alat ini berguna saat tim medis di Rumah Sakit atau Puskesmas menyuntik bayi. Menurut Ade, kesalahan penyuntikan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. "Untuk itu perlu adanya sebuah alat yang mampu meminimalisir kesalahan tersebut," katanya.
Penggunaannya juga mudah dan praktis. Caranya dengan meletakan tangan bayi di atas alat lalu secara otomatis pembuluh darah bayi akan terlihat. "Hal ini disebabkan kita menggunakan sinar Led 4 pin," kata Ade. "Kekuatan bias cahaya melebihi sinar Led lainnya."
Alat ini merupakan pengembangan dari alat sebelumnya ciptaan Fajar Harianto, alumni Teknik Elektro UMY. "Pada alat sebelumnya hanya digunakan untuk bayi usia kurang dari tiga bulan," kata Ade. "Sekarang kami mengembangkannya sampai usia dua tahun." jelasnya.
Mewakili tim, Ade mengharapkan alat ini bisa dimanfaatkan di dunia kesehatan dan menjadi yang terbaik.




Kirim Komentar