Hari Astorenggo atau Hari Leo Aer Sastrawan puisi, penulis naskah drama panggung televisi asal Yogyakarta tutup usia pada Kamis malam jam 00.30 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sosok kelahiran 3 Agustus 1960 ini meninggalkan seorang istri.
Sosok laki-laki berambut gondrong ini sering berkecimpung didunia seni dan budaya. Selain menulis dan membaca puisi. Ia kerap membuat naskah pertunjukan teater, drama dan juga televisi. Satu tahun belakangan, ia juga membina Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya DIY secara aktif dan acap kali pentas di 4 kabupaten satu kodya DIY.
Kesibukan Hari di paguyuban wayang membuat sosok Tejo Badut terkesan akan perjuangan penulis puisi Jamrud Khatulistiwa didunia seni. "Memang beliau ini sudah lama memiliki riwayat diabetes, namun ia tidak pernah merasakannya, sampai-sampai terahir saya bertemu dengan beliau disatu acara 1 minggu yang lalu di Wonosari dalam rangka pementasan Wayang Orang," jelasnya.
Hari Leo hari ini, Jumat (12/07) sebelum dikebumikan di Makam Kuncen Lami disemanyamkan di masjid notoprajan sebelah timur Parkir Ngabean Yogyakarta. Almarhum selanjutnya diberangkatkan dari masjid ke makam yang sedianya jam 13.00 mundur menjadi jam 14.00 karena menunggu istri yang perjalanan dari Jawa Barat. Segenap Tim Redaksi Gudegnet yogyakarta mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Hari Leo Aer, semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.
Seni & Budaya
Seniman Hari Leo Aer Tutup Usia




Kirim Komentar