
Aktivias Jamasan Pusaka saat Bulan Suro Tiba
Jogja, menjadi lokasi favorit ziarah saat tiba malam 1 Suro. Malam yang menurut mitologi Jawa sangat sakral ini sering dipakai banyak masyarakat untuk melakukan doa suci kepada leluhur. Makam Imogiri, Bantul salah satunya. Makam ini sering dipadati oleh peziarah saat pergantian tahun baru islam yang tahun ini jatuh pada Selasa Pon (5/11).
Peziarah tentunya datang dari berbagai macam daerah seperti Jawa Tengah, seputaran Jogja, Jawa Timur, bahkan dari luar pulau. Menurut kepercayaan, tahun baru hijriah 1435 diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, nah malam ini sering banyak dipakai untuk ritual.
Selain ziarah, masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti Tapa Bisu (tidak bicara), Kungkum (berendam didalam air), Jamasan (membersihkan pusaka) dan Tirakatan (tidak tidur). "Aktivitas tersebut menjadi kegiatan dalam rangka untuk mawas diri," jelas Patmo Suwiryo, peziarah yang datang jauh dari Ungaran, Jateng.
Ia melakukan ziarah serta aktivitas tirakat di makam raja-raja mataram itu. "Saya melakoni sudah bertahun-tahun," tambahnya.
Sementara itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul menyiapkan kegiatan spesial untuk menyambut malam tahun baru Hijriyah ini. Hiburan berisi sajian lagu Koes Ploes, pentas Wayang Orang di Joglo Parangtritis serta Wayang Orang di Pendopo Parangkusumo.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan hiburan yang menarik bagi masyarakat agar terjadi kesan yang mendalam saat berkunjung ke Parangtritis. Agar tidak terjadi kemacetan seperti tahun lalu, dilakukan penetapan jalur masuk melalui tempat pemungutan tiket yang menuju arah pantai Parangtritis, kemudian keluar melalui Pantai Depok. Pengamanan juga dilakukan jajaran kepolisian untuk menghindari kerusuhan.
Seni & Budaya
Malam 1 Suro, Tahun Baik Untuk Mawas Diri




Kirim Komentar