Seni & Budaya

6 Fakta Tentang Paku Alam X, Salah Satunya Pernah Dilarang Bermain Plintheng, Kenapa?

Oleh : Budi W / Senin, 04 Januari 2016 16:29
6 Fakta Tentang Paku Alam X, Salah Satunya Pernah Dilarang Bermain Plintheng, Kenapa?

Menjelang Jumeneng K.G.P.A.A. Paku Alam X pada Kamis (7/1/2016) di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman Yogyakarta, Tim Gudegnet akan menguak fakta tentang Raden Mas Wijoseno Hario Bimo atau Pangeran Prabu Suryo Dilogo. Inforamasi ini diambil dari Humas Puro Pakualaman senin (04/01).

#1 Pendidikan Pangeran Prabu Suryo Dilogo 

Ia pernah bersekolah di SMA Negeri I “TELADAN” Yogyakarta pada 1982. Kemudian menempuh Jurusan Ekonomi Manajemen, di Fakultas Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta yang diselesaikannya pada 1989.

#2 Hobi Pangeran Prabu Suryo Dilogo

Seperti masyarakat pada umumnya, sosok kelahiran 15 Desember 1962 ini memiliki hobi yang beragam, diantaranya yaitu travelling, otomotif dan membaca. 

#3 Dilarang Bermain Ketapel oleh Kakeknya

Sebagai cucu pertama Paku Alam VIII, Pangeran Prabu Suryo Dilogo diperbolehkan bermain apa saja, namun ia dilarang bermain ketapel atau dalam Bahasa Jawa dikenal dengan nama Plintheng. Ada sebuah makna implisit yang terkandung, yaitu agar tidak boleh menyakiti sesama makhluk hidup.

#4 Undang Raja - raja di Jawa & Bali

Jumeneng atau Penobatan Paku Alam X ini akan mengundang sejumlah kerajaan di Pulau Jawa & Bali. Sejumlah kerajaan yang diundang yakni Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kraton Kasunanan Surakarta, Kraton Cirebon, dan Karangasem Bali.

#5 Penobatan dihadiri Pejabat Negara RI

Sejumlah pejabat negara dipastikan akan hadir dalam penobatan Paku Alam X diantaranya yakni Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

#6 Mengkirab 6 Kereta Kencana dari Usia Tertua hingga Termuda

Sebanyak 6 kereta kencana akan dikirab dari Puro Pakualaman - Jl. Sultan Agung – Jl. Gadjah Mada – Jl. Bausasran – Jl. Gayam – Jl. Cendana – Jl. Kusumanegara - Jl. Sultan Agung – dan kembali lagi ke Puro Pakualaman.

6 Kereta kencana itu antara lain Kereta Kyai Manik Kumala yang telah berusia 2 abad buatan tahun 1800. Kereta Kyai Rejo Pawoko, Kereta ini merupakan pinjaman dalem koleksi Kasultanan Ngayogyakarta Tahun 1901.

Kereta Nyai Roro Kumenyar buatan Tahun 1900 berasal dari Pabrik H & A. Holmes Derby Lichfield & London. Kereta Kyai Brojonolo, buatan tahun antara 1880 - 1900. Kereta Manik Brojo buatan tahun 1870 – 1890 dan yang terakhir Kereta Kyai Jaladara buatan tahun 2015 hasil karya putra - putri bangsa dari Bengkel Balai Latihan Pendidikan Teknik BLPT DIY.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini