Seni & Budaya

Tumplak Wajik Awali Pembuatan Gunungan Grebeg Maulud

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Sabtu, 10 Desember 2016 06:30
Tumplak Wajik Awali Pembuatan Gunungan Grebeg Maulud
Abdi dalem melakukan prosesi Tumplak Wajik (12/9)


Yogyakarta, www.gudeg.net - Upacara Tumplak Wajik yang menandakan dimulainya pembuatan gunungan untuk upacara Grebeg dilangsungkan Jumat sore (9/12). Hadir di Pareden Magangan GKR Mangkubumi, putri Sri Sultan Hamengku Bawono X untuk memimpin prosesi. Sekitar pukul 4 sore GKR Mangkubumi memasuki Pareden Magangan diikuti para Abdi Dalem Keparak. Setelah dilangsungkan doa bersama, upacara Tumplak Wajik segera dimulai.

Di lokasi telah ada 6 gunungan yaing terdiri dari 3 gunungan putra dan 3 gunungan putri. Selain 3 buah gunungan putra, telah ada 3 gunungan putri yang terdiri dari Gungunan Estri, Gunungan Dharat dan Gunungan Gepak. Rencananya akan dibuat 7 gunungan untuk upacara Grebeg Maulud yang akan diadakan pada Hari Senin (12/12). Satu gunungan akan menyusul untuk dibuat yakni Gunungan Pawohan.

Irama gejog lesung yang dipukul oleh para abdi dalem Konco Abang mengiringi prosesi menumpahkan dan meletakkan wajik di dasar rangka bambu, untuk menjadi dasaran Gunungan Estri. Bapak KRT Rinto Isworo, abdi dalem Widyo Budoyo, menceritakan bahwa tidak hanya kraton, nenek moyang kita dulu di desa-desa ketika mempunyai hajat akan dimulai dengan gejog lesung sebagai tolak bala. Sedangkan menurut Bagus, salah seorang abdi dalem, irama gejog lesung dimaksudkan sebagai pelipur lara atau hiburan bagi para Abdi Dalem Keparak.

Mengenai wajik yang dalam prosesi ini dijadikan dasaran gunungan putri, Bapak KRT Rinto Isworo menjelaskan "Perempuan merupakan lambang kesinambungan hidup, kesinambungan keturunan, lambang kesuburan sehingga pembuatan gunungan dimulai dari yang perempuan," ucapnya.

Pembuatan gunungan akan dilangsungkan hingga Hari Minggu. Rencananya gunungan akan dibagi ke tiga tempat, yaitu Masjid Gede, Masjid Sulthoni Kepatihan, dan Puro Pakualaman. Ke  tempat-tempat  tersebut akan dikirim masing-masing 2 gunungan, gunungan putra dan putri.

Tak berapa lama setelah wajik ditumpahkan dan diletakkan sebagai dasaran Gunungan Estri, irama gejog lesung yang dipukul abdi dalem kanca abang melambat dan akhirnya berhenti, menandai usainya upacara Tumplak Wajik.

Ada yang menarik dalam pelaksanaan Tumplak Wajik sore itu. Abdi dalem berusia paruh baya ataupun usia lanjut tidak sulit kita temui di lingkungan keraton. Namun, kali ini ada abdi dalem berusia muda yang berada di lokasi upacara numplak wajik sore itu. Nama abdi dalem itu Bagus.

Bagus baru lulus SMA. Ia menjadi abdi dalem semenjak tiga bulan yang lalu dan tergabung dalam Kawedanan Hageng Punokawan Kridha Mardawa, abdi dalem yang mengurusi tentang kesenian seperti gamelan sekaten, wayangan, macapat, dan tari. Bagus secara khusus tergabung di bagian tari.

Semoga makin banyak anak muda seperti Bagus, yang mempunyai keinginan untuk merawat dan mengembangkan budayanya. “Saya ingin melestarikan budaya. Sekarang ada R&B, hip hop menjamah generasi muda bahkan anak kecil, tapi lupa dengan adat. Saya sebagai generasi muda ingin mengembangkan tari gaya Jogja,” ujarnya.

 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini