Berita

Kendalikan Ujaran Kebencian dengan Puasa Digital

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Jumat, 22 Desember 2017 18:30
Kendalikan Ujaran Kebencian dengan Puasa Digital

Foto: R Toto Sugiharto/ KAGAMA

www.gudeg.net, Yogyakarta - Kamis (21/12), di Lantai 4 FISIPOL UGM diadakan peluncuran dan diskusi buku “Pelintiran Kebencian: Rekayasa Ketersinggungan Agama dan Ancamannya bagi Demokrasi”. Buku ini merupakan versi terjemahan dari Buku “Hate Spin” karya Cherian George, seorang professor jurnalisme dari Hongkong Baptist University.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Institute of International Studies (IIS UGM) ini mengambil topik buku aslinya, “Hate Spin”. Hadir narasumber Zainal Abidin Bagir (Ketua Program Studi Agama dan Lintas Agama dan Lintas-Budaya (CRCS) UGM, Widiarsi Agustina (Redaktur Utama Tempo), dan Irsyad Rafsadie (Peneliti PUSAD Paramadina).

Irsyad Rafsadie, yang juga selaku anggota tim penyunting buku ini dalam rilisnya menyampaikan bahwa penulis buku, George, mengajukan istilah baru. “Hate spin” atau “pelintiran kebencian” dipilih untuk menjelaskan sebuah strategi yang mengombinasikan ujaran kebencian (hasutan melalui tidak menyetankan kelompok lain) dengan rekayasa ketersinggungan (menampilkan luapan amarah yang dibuat-buat).

Hate speech atau ujaran kebencian mulai mengemuka secara masif menjelang Pilpres 2014. Namun kasus ini ternyata sudah berlangsung sejak masa menjelang kemerdekaan. “Jadi, pelintiran kebencian sudah terjadi dari dulu, tahun 1940-an sudah ada. Bentuknya saja yang saat ini ekstrem dan ramai karena sekarang zaman medsos,” kata Widiarsi Agustina, seperti dikutip Kagama.co.  

Menurut Widiarsi, untuk memberantas hate spin atau pelintiran kebencian, kita harus mengendalikan ibu jari, agar tak ikut-ikutan tanpa pikir panjang, membagikan postingan yang masuk ke akun media sosial kita.

“Ini nggak akan ramai kalau kita bisa kendalikan jempol. Kita nggak bisa menunggu pemerintah. Mereka juga jadi korban. Yang harus dilakukan adalah melawan sendiri. Minimal diri kita sendiri. Jangan nge-share. Sesekali puasa digital, sesekali nggak pegang handphone” kata Widiarsi.

Menurutnya, ada banyak cara melawan pelintiran kebencian. Akun medsos seperti Facebook dan Google saat ini juga sudah melawan hate spin. Algoritma Facebook dan Google yang semula menempatkan kekerasan dan kebencian paling depan, sekarang sudah mulai diubah urutannya menjadi di bawah.

Cara lain untuk melawan pelintiran kebencian, yaitu membangun aliansi dari setiap pengelola portal, dan membuat komitmen untuk menghindari kekerasan yang memicu kebencian dan kekerasan.

 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini