Gudeg.net- Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pawai Museum dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-48 tahun.
Pawai yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut mengambil rute mulai dari Lapangan Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman menuju Lapangan Denggung, Rabu (7/8).
Ketua Barahmus Ki R. Bambang Widodo mengatakan, Pawai Museum ini merupakan bagian dari rangkaian agenda ulang tahun Barahmus.
“Pawai Museum ini masuk kedalam salah satu agenda besar hari jadi Barahmus ke-48, dimana kami menampilkan kurang lebih 37 kelompok museum yang ada di wilayah Yogyakarta,” ujarnya.

Bambang juga menjelaskan, pada hari jadi tahun ini, Barahmus memiliki sejumlah agenda kegiatan dianataranya ziarah ke makam para mantan Ketua Umum Barahmus di Makam Kusumanegara, Sepeda Gembira, Seminar, dan Gelar Potensi Museum, yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10 Agustus 2019.
“Selain Pawai Museum kami juga akan menggelar Pameran Museum dengan mengambil tempat di Atrium Sleman City Hall dan akan dibuka pada malam nanti dengan beragam hiburan kesenian,” jelas Bambang.
Pawai yang mengangkat tema “Dengan Naungan Merah Putih Merangkai Artefak dalam Ke-Indonesiaan” ini berlangsung cukup meriah terlebih dengan hadirnya ratusan warga yang memenuhi hampir seluruh bahu jalan disekitar Lapangan Denggung Sleman.
Salah satu peserta Pawai Museum yang cukup mencuri perhatian diantaranya kelompok yang berasal dari Museum Affandi dan Museum Kayu Wanagama.

Dimana Museum Affandi menghadirkan seorang peserta yang menaiki becak dengan menggunakan topeng kepala berukuran besar dari Sang Maestro Lukis Affandi.
Sedangkan untuk Museum Kayu Wanagama menghadirkan sekelompok peserta dengan kostum prajurit kerajaan lengkap dengan tameng dan tombak, akan tetapi mengenakan topeng kayu menutupi muka mereka.
Selaku Ketua Barahmus Ki R. Bambang Widodo berharap dengan adanya Pawai dan Pameran Museum ini dapat meningkatkan kembali minat masyarakat untuk dapat berkunjung ke berbagai museum yang ada di DIY.
“DIY memiliki puluhan museum, baik museum kepahlawanan hingga museum kesenian dan kebudayaan, namun terlihat sepi akan peminat. Oleh karena itu dengan semangat hari jadi Barahmus ke-48 mengajak seluruh masyarakat DIY untuk dapat mencintai museum sebagai tempat dimana kita bisa mempelajari akan benda-benda bersejarah,” harapnya.

Barahmus merupakan sebuah organisasi sosial nirlaba (tidak mencari keuntungan) yang bergerak di bidang permuseuman. Organisasi ini mulai berdiri pada bulan Mei 2007 berkantor di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan merupakan wadah museum-museum negeri dan swasta di wilayah Yogyakarta.




Kirim Komentar