Gudeg.net - Sekelompok mahasiswa UNY memanfaatkan limbah kulit ekspor untuk produk sepatu kulit. Sepatu dari kulit limbah dipadukan motif hewan langka dengan menerapkan teknik ecoprint. Sepatu unik ini diberi nama Sikil Footwear.
Pembuatan sepatu ini merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan banyaknya limbah kulit sisa dari perusahaan sepatu.
Para mahasiswa tersebut antara lain Nugroho Aji Wibowo, Muhammad Irfan Nurrazaq, Wulan Agustina dari prodi pendidikan kriya, dan Ratna Yunita prodi Pendidikan Akuntansi.
Menurut Nugroho Aji Wibowo, motif pada hewan langka pada sepatu ini memberikan nilai edukasi kepada masyarakat terutama konsumen.
“Informasi tentang hewan langka juga disampaikan secara tertulis pada packaging dengan tujuan menambah informasi dan meningkatkan kepedulian para pembeli maupun pembaca,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima GudegNet, Kamis (12/9).
Muhammad Irfan Nurazzaq menjelaskan, alat yang diperlukan adalah penggaris, pensil, penghapus, isolasi kertas untuk pembuatan polanya. Sedangkan alat pembuatan ecoprint yaitu kukusan, kompor, pemukul, plastik dan bak.

Alat pembuatan sepatu antara lain mesin jahit, acuan sepatu, plong kulit, pisau kulit, pisau seset, pemasang mata ayam sepatu, catut, kaki tiga, gunting, dan cutter.
Sedangkan bahannya perca jeans, perca kanvas, daun, tawas, kapur, tunjung, lem pvc, lem kuning, amplas, kulit sol, plat, kain keras sepatu, sol sepatu, mata ayam sepatu, pita sepatu, perca kulit, furing, spon ati, dan tali sepatu.
Ratna Yunita menambahkan, produk sepatu ini akan dijual secara online melalui aplikasi Instagram, Facebook, Tokopedia, dan Shoope.
Selain itu juga dipasarkan secara offline bekerjasama dengan Toko Wenys dan Toko Dwi Jaya yang berada di daerah Manding, Yogyakarta.
Proses produksi sepatu ini berlokasi di daerah Sentolo, Kulonprogo yang bekerja sama dengan Worklife Handicraft dalam penyewaan alat pembuatan.
Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2019.




Kirim Komentar