Seni & Budaya

Wayang Hingga Paduan Suara Meriahkan Musikalisasi Sastra 'Jentera'

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Jumat, 20 September 2019 22:00
Wayang Hingga Paduan Suara Meriahkan Musikalisasi Sastra 'Jentera'
Penampilan The Wayang Bocor dalam pagelran Musikalisasi Sastra "Jentera" di TBY, Jumat (20/19) - Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati

Gudeg.net - Pagelaran Musikalisasi Sastra bertajuk “Jentera” digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Jumat (20/9) malam.

Gelaran ini menampilkan empat kelompok. Latief S Nugraha, narasumber pagelaran mengatakan, para penampil adalah grup-grup yang telah menunjukkan prestasinya di kancah lokal, nasional, bahkan internasional.

“Melalui tajuk acara ini, “Jentera”, Yogyakarta dimaknai sebagai satu poros siklus roda-roda kerativitas seni yang terus berputar dan memintal karya-karya para seniman-sastrawan menjadi suatu kesatuan,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima GudegNet Kamis (19/9).

Api Kata Bukit Menoreh, kelompok yang tampil pertama, menampilkan performing art dengan memadukan puisi, lukis, dan musik.

Komunitas seni rupa dari Kulon Progo ini tampil di depan gedung Concert Hall. Kelompok ini memberikan tafsir terhadap puisi-puisi karya Subagio Sastrowardoyo, Darmanto Jatman, M. Thahar, Abdul Hadi W.M. ragil Suwarna Pragolapati dan Endang Susanti Rustamaji ke atas kanvas menjadi sastra rupa.

Memasuki gedung Concert Hall pengunjung disuguhi penampilan The Wayang Bocor yang menyajikan repertoar berjudul “Permata di Ujung Tanduk”. Reperteoar ini mengisahkan tentang Sakuntala yang daingkat dari puisi-puisi karya Gunawan Maryanto. Penampilan ini menyajikan wayang dan teatrikal.

Penonton nampak antusias menyaksikan pertunjukan, terlihat dari penuhnya kursi gedung Concert Hall. Berikutnya, tampil Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Swara Wadhana UNY. Paduan Suara ini menyajikan tembang dan nyanyian merespon puisi-puisi karya Chairil Anwar, Asrul Sani, Wisnoe Wardhana dan tembang karya KI Hadi Sukatno dalam lantunan paduan suara.  

Tampil terakhir, Kelompok Kampungan yang dikomandani Bram Makahekum. Grup ini menyajikan konser “Berkata Indonesia dari Yogyakarta”. Salah satu pionir grup musik folk legendaris Yogyakarta ini antara lain menyajikan puisi karya W. S Rendra. 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini