Gudeg.net - Craft International Animation Festival akan kembali digelar pada 28 Oktober hingga 2 November 2019 di Resto Buah Naga dan Lapangan Desa Ngalangan, Sleman.
Dalam festival yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini penonton akan disuguhi film-film animasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Akan ditayangkan sebanyak 50 film hasil seleksi dari 400-an film yang diterima panitia.
“Ini adalah festival animasi internasional berbasis handcraft. Jadi bukan yang di-generate oleh komputer, tapi kalau ini frame by frame, walaupun outputnya tetap menggunakan komputer. Tekniknya macam-macam,” papar Hizkia Subiyantoro, Executive Director kepada GudegNet (24/10).
Ada sejumlah 23 teknik membuat animasi dalam film-film yang ditayangkan dalam festival ini.
Hizkia mengatakan, digelarnya festival ini antara lain untuk menyeimbangkan keberagaman. Menurutnya, dari 23 teknik tersebut hanya 3-4 teknik yang laku di industri.
“Hal-hal yang artistik ini kan kalau tidak dilestarikan atau diapresiasi maka yang tinggal ya itu-itu saja,” ucapnya lagi.
Setiap harinya pemutaran film akan dilangsungkan siang hingga malam hari. Pemutaran siang hari dilakukan dalam ruangan tertutup, sedangkan pemutaran malam harinya akan diselenggarakan secara terbuka (open air cinema).
Film-film tersebut berdurasi singkat, yakni 1 menit hingga 10 menit.
Tema besar yang diangkat dalam gelaran tahun ini adalah “Shadow”. “Shadow itu adalah satu-satunya hal yang 2 D di dunia. Kalau di wayang, shadow adalah karakter dari diri manusia. Shadow itu ngomongin spirit, jati diri,” ucapnya.
Ia menambahkan, film-film yang diputar sangat personal, dibuat berdasarkan pengalaman para animator.
Di sela-sela pemutaran film, akan ada berbagai kegiatan seperti lokakarya (workshop), seminar (public lecture), pameran, dan kesenian lainnya.
Pemenang akan dipilih berdasarkan voting penonton dan pilihan juri. Nominasi serta pemenang festival akan dibacakan di akhir malam penutupan.




Kirim Komentar