Gudeg.net - Pameran seni rupa "Sepuluh Perantau" di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No. 7, Alun-alun Utara Yogyakarta menyuguhkan puluhan karya menarik dengan berbagai teknik. Salah satu karya yang langsung menarik perhatian, yakni sebuah televisi yang dicor dengan beton.
Karya berjudul "I Cursed You into The Stone" itu adalah karya dari Dedy Sufriadi. Melalui karya ini ia ingin merepresentasikan media-media yang sehari-hari kita pakai namun menurutnya hampir tidak dibutuhkan lagi
"Karena dengan tayangan-tayangan sampahnya kadang-kadang lebih banyak slapsticknya, kadang-kadang nggak mendidik, ya sudahlah kita nggak butuh TV. Kita bekukan saja, kita cor saja," terangnya kepada GudegNet Senin (18/11).
Selain TV, dalam karyanya yang lain ia juga mengecor buku-buku dalam jumlah banyak. "Saya juga merepresentasikan ulang tentang budaya literasi dari analog ke digital, tapi saya sebenarnya tidak mengkritik apa-apa, saya kebetulan di dua sisi. Saya lahir di era buku analog masih sangat kuat, tapi sekarang saya masih menikmati buku-buku digital," terangnya.

Pameran ini adalah pameran bersama dari 10 seniman yang berasal dari Sumatera Selatan seperti Lampung, Palembang, dan sekitarnya. Mereka berkuliah di ISI Yogyakarta, dari berbagai angkatan, dengan rentang angkatan tahun 1995 hingga 2002.
Menurut Dedy tak ada tema khusus dalam pameran ini. Setiap perupa bebas menyajikan karya dengan kecenderungan gaya, tema, dan visual masing-masing.
Secara keseluruhan ada sekitar 30 karya yang dipajang dalam p[ameran ini. Ada karya dengan aliran ekspresionis, realis, landscape, surealisme, dan yang lainnya. Ada pula video dan instalasi."Kita memang berangkat dengan keberagaman," kata Dedy. Pameran ini masih berlangsung hingga 25 November 2019.




Kirim Komentar