Gudeg.net- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berikan penghargaan kepada 24 orang seniman, budayawan, pelaku dan pelestari adat.
Penghargaan juga diberikan kepada pemeliharaan dan pemanfaatan cagar budaya, yang telah mentradisi dan melaksanakan kegiatan budaya selama bertahun-tahun.
Pemberian penghargaan tersebut dilakukan pada acara Anugerah Kebudayaan DIY yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kamis (19/11) dengan penerapan protokol kesehatan.
Dalam sambutannya, Sultan mengungkapkan apresiasinya atas diberikannya penganugerahan tersebut.
“Membahagiakan bagi pelestari dan penggiat budaya, karena pengabdiannya kita apresiasi dalam bentuk penghargaan meski sederhana namun memiliki nilai tersendiri yang menjadi legacy bagi generasi penerus budaya,” jelas Sultan dalam keterangan persnya yang diterima Gudegnet, Kamis (19/11).

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY kepada lima perwakilan seniman secara langsung dan 19 lainnya tempat duduk masing-masing.
Ke-24 seniman yang mendapatkan penghargaan terbagi atas sejumlah kategori;
- Kategori Pelestari dan Pelaku Seni
- Kategori Pelestari dan atau Pelaku Adat Tradisi
- Pelestari dan atau Pelaku Warisan Budaya dan Cagar Budaya
- Kreator (Pelopor dan atau Pencipta Karya Budaya)
- Budayawan (Pemikir/Pemerhati/Pengamat/Analis Budaya)
Untuk kategori pelaku seni yang menerima diantaranya adalah Susilo Nugroho, Shaggydog, Theresia Suharti, Nasirun, Garin Nugroho Riyanto dan Indonesia Visual Art Archive (IVAA).
Pada kesempatan ini, ada seorang warga negara asing yang mendapat penghargaan. Seorang pakar dan sejarawan Universitas Oxford Inggris, Dr. Peter Carey atas penelitian tentang Pangeran Diponegoro.

Sultan berharap, penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk penyadaran akan arti pentingnya pelestarian budaya, yang dilanjutkan dengan pengembangan dan pemanfaatannya.
“Kita selalu berusaha meningkatkan kualitas budaya kita, dengan memberinya ruh baru, suntikan spirit baru, guna menghidupkan Yogyakarta sebagai kota budaya dengan misi dan atribut kultural yang disandangnya,” harapnya.
Penyerahan penghargaan turut dimeriahkan dengan penampilan dua tarian yakni Tari Gores dan Tari Mantra Pandawa.




Kirim Komentar