Gudeg.net - Pameran Seni Rupa "Pause Rewind Forward #2" digelar di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Pameran ini berlangsung 19-31 Januari 2021.
Karya-karya dalam pameran ini dipamerkan dalam tiga lantai galeri. Kurator pameran, Wimo Ambala Bayang dalam tulisannya yang ditempel di dinding galeri mengatakan, pameran ini sangat istimewa, karena selain menghadirkan seniman dari empat generasi, pameran ini juga menghadirkan kembali beberapa karya dari seri fotografi Arkeologi Abad Mesin (1995), sebuah karya seri fotografi monumental dari almarhum Nico Dharmajungen (1948-2020, salah satu maestro fotografi fine art Indonesia. "Penghadiran kembali seri foto ini juga diniatkan sebagai satu penghormatan bagi beliau," tulis Wimo.
Empat generasi tersebut yakni seniman kelahiran akhir 40-an (Nico Dharmajungen) pertengahan 70-an (Akiq AW, Wimo Ambala Bayang), 80-an (Agan Harahap, Desy Gitary, Kurniadi Widodo), dan generasi yang dilahirkan pada awal dan pertengahan 90-an (Arief Budiman, Syaura Qotrunadha).
Wimo mengatakan, tak berlebihan jika salah satu tujuan dari seri program pameran yang diinisasi oleh Kiniko Art ini adalah sebagai pemicu semangat skena seni rupa Jogja untuk bergeliat di masa pandemi.
Judul pameran ini menurutnya sangat sesuai dengan watak dan nalar kerja media (perekam dan pemutar). "Sehingga ketika kami (saya dan Agan Harahap) diundang oleh Alfi (seniman dan pemilik ruang Kiniko Art) untuk membuat sebuah pameran dengan melibatkan seniman-seniman yang praktik artistiknya menggunakan medium fotografi maupun video utuk program PRF #2 ini, maka dengan senang hari dan penuh semangat kami langsung menerimanya," katanya.
Selain karya fotografi, ada pula karya video, seperti "Self Portrait" karya Desy Gitary, dan karya lainnya. Pameran ini dapat dikunjungi dengan menerapkan protokol kesehatan, dan melakukan registrasi terlebih dahulu di http://bit.ly/PameranPRF2.




Kirim Komentar