Seni & Budaya

Kesederhanaan dalam Sukacita Natal

Oleh : Margareta Endah W / Senin, 00 0000 00:00
Kesederhanaan dalam Sukacita Natal

natal ganjuranTepat tanggal 25 Desember umat Kristiani diseluruh dunia merayakan kelahiran Sang Juru Selamat Yesus Kristus dalam perayaan Natal. Sebelum merayakan bersama keluarga, biasanya mereka merayakan bersama umat Kristiani yang lain di gereja.

Ada yang tak biasa dari perayaan misa Natal yang lainnya. Di sebuah gereja tua yang sempat hancur karena gempa tektonik 27 Mei 2006 yang melanda DIY dan sekitarnya, digelar misa malam Natal dengan adat Jawa. Kesederhanaan dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus tercermin dalam wujud gereja yang masih beratapkan jerami dan berpilarkan bambu.

Nama gereja itu Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran. Gereja yang terkenal dengan Candi Ganjurannya. Kalau orang menyebut, di gereja ini kita bisa melihat Yesus dalam rupa Jawa. Karena di Candi itu kita bisa melihat patung Yesus yang berbalutkan busana Jawa.

Ribuan umat memadati area gereja. Banyak yang berdatangan dari luar Yogyakarta. Mereka ingin mengikuti misa yang memang berbeda dari biasanya. Romo yang biasanya memakai jubah putih, kini diharuskan memakai busana Jawa lengkap dengan blangkon dan keris. Begitu juga dengan petugas-petugas liturgi yang lain. Seperti misdinar yang memakai kebaya sederhana tanpa di sanggul, dan pembawa persembahan yang memakai kemban. Misa itu semakin komplit "jawanya" dengan iringan gending yang dimainkan oleh beberapa orang.

Dalam kotbahnya, Romo EM. Martasudjita, Pr mengajak semua umat Katolik yang hadir dalam misa dalam Natal kali ini untuk bisa hidup sederhana seperti yang dijalankan oleh keluarga kudus Yesus. Hidup dalam kesederhanaan tanpa memamerkan harta benda kepada orang lain. Karena dengan itu, semangat Natal nantinya bisa tinggal di dalam hati kita selalu.

Sebelum khotbah yang dibawakan oleh Romo Martasudjita, dipentaskanlah kethoprak yang menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus. Kethoprak ini dimainkan oleh siswa siswi SMU Stela Duce III. Semua umat terhibur dengan kethoprak ini. Sukacita Natal pun makin terasa.  

Misa yang memakai bahasa Jawa itu mengajak kita untuk menghayati proses kelahiran kembali untuk bersama-sama membangun basis hidup beriman dalam keluarga, masyarakat dan gereja dengan menitikberatkan pada perkembangan iman anak remaja serta karya Allah yang senantiasa mendampingi kita.

We Wish You a Merry Christmas and Happy New Year.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini