Sosial Ekonomi

Debit Air Mulai Menyusut

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Meski pada kemarau tahun lalu Kota Yogyakarta tidak mengalami masalah, namun pada tahun ini indikasi penurunan debit air mulai terlihat meski dalam jumlah yang belum terlalu menyolok.

"Debit air untuk tahun lalu berkisar antara 600 liter perdetik, tapi mulai Juli ini telah menyusut sekitar 20 liter perdetik," kata Direktur PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta, Imam Priyono di Balaikota kemarin.

Meski demikian, Imam tetap berharap agar kemarau pada tahun seperti pada tahun lalu yang tidak menyebabkan masalah kekurangan air di Kota Yogyakarta.

Imam juga mengimbau bagi masyarakat yang mengalami kesulitar air pada musim kemarau ini agar segera melapor ke pihak PDAM untuk mendapatkan bantuan air bersih.

"Masyarakat bisa menelpon PDAM, nanti kami akan suntik sumur yang ada secara gratis," ujarnya.

Menurut Imam, titik rawan air di Kota Yogyakarta meliputi daerah Bener, Winongo, Sayidan, daerah sekitar Jalan P Mangkubumi, dan daerah sekitar Kali Gadjah Wong.

"Kami telah menyiapkan dua mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kekurangan air," tambahnya.

Saat ini, pelanggan PDAM di Kota Yogyakarta mencapai 34 ribu pelanggan. Dalam satu harinya, seorang rata-rata menggunakan air sekitar 150 liter. Itu berarti setiap bulannya sekitar 4500 liter air digunakan oleh masyarakat Kota Yogyakarta.

Di luar pelanggan PDAM, masyarakat juga menggunakan sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Saat ini diperkirakan ada sekitar 36 ribu sumur dangkal baik pribadi maupun komunal di Kota Yogyakarta.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini