Seniman dan koreografer tari asal Jogja Miroto mendapatkan
kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menjadi sutradara dalam pawai
seni kemerdekaan yang akan digelar pada 18 Agustus mendatang di Istana
Negara Jakarta."Saya didapuk oleh Depbudpar RI untuk menyutradarai sebuah acara dengan konsep pawai seni," kata seniman yang tinggal di kawasan Kali Bedog Yogyakarta kemarin.
Menurutnya, acara yang merupakan inspirasi langsung dari Presiden SBY itu merupakan sebuah manifestasi sekaligus penghargaan bagi dunia seni terkait dengan tahun ini sebagai tahun kreatif.
"Acara ini sebagai ekspresi dan perayaan kemerdekaan yang diwujudkan dalam kegiatan kreatif sebagai salah satu upaya bagi bangsa Indonesia untuk lebih mandiri," ujarnya.
Pawai tersebut nantinya akan melibatkan lebih dari 3.000 peserta dari 33 propinsi di Indonesia. Untuk Propinsi DIY akan diwakili oleh kelompok dari Kabupaten Bantul.
"Kalau dari Banjarmili (studio seninya -red) akan datang sekitar 200 seniman yang terdiri dari penari dan pemusik," tambahnya.
Rencananya, pawai tersebut akan diwarnai dengan sejumlah kegiatan tentang kemerdekaan yang disimbolkan dengan lima burung garuda yang terdiri dari dari satu burung garuda yang diusung di atas dan empat lainnya mengikutinya di sisi kanan dan kiri.
Nantinya, masing-masing kelompok dari tiap propinsi akan tampil dan berhenti beraksi sekitar tiga menit di depan Istana Negara, dilanjutkan berjalan menuju Gedung RRI hingga Sapta Pesona, kemudian kembali ke Monas.



Kirim Komentar