Enggan mengatakan mengalami kebrobokan, grup musik dari Bandung Pass Band menyatakan bahwa saat ini industri musik tanah air sedang mengalami pendangkalan.Menurutnya, label dan produser musik hanya memikirkan tentang bagaimana menjual album yang sekiranya laku di pasaran tanpa pertimbangan bagaimana sebuah album musik berisikan tentang seni.
"Sekarang ini, yang digemari pasar adalah produk musik non fisik seperti ringtone. Sedangkan kaset dan CD tak laku lagi. Ini adalah pendangkalan, jika yang dipikir produser hanya finansial saja," kata sang vokalis, Yukie di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Yukie, yang dalam dua tahun terakhir mengalami goncangan akibat industri musik yang dalam beberapa tahun terakhir ini dirasakannya semakin tak menentu.
"Saya sempat berpikiran tak mau bermusik lagi. Bagaimana bisa sebuah lagu hanya dijadikan ringtone yang cuma didengarkan beberapa detik abis itu diganti. Musik harus kembali ke original sound, bukan sekadar ringtone," tegasnya.
Sementara sang basist Trisno mempertanyakan musik Indonesia saat ini. Baginya, istilah trend musik itu tidak ada. Yang ada hanyalah karya seni sejati yang harus ada dalam setiap lagu.
Meski demikian, Trisno yang didukung teman-temannya Pas Band mengaku tidak alergi dengan band-band baru yang mudah melambung dan berlimpah royalti berkat penghasilan dari penjualan non fisik karya mereka (ringtone -red).
"Bagi kami, apapun itu, karya seni musik haruslah tetap dalam format kaset dan CD. Kaset dan CD bagaikan curiculum vitae bagi musisi yang telah menghasilkan karya besar," ujarnya.
Senada dengan Trisno, Sandi sang drummer bahkan dengan keras menyatakan bahwa isdustri musik tanah air saat ini cenderung malah menghancurkan dunia musik Indonesia.
"Sekarang ini banyak lagu-lagu yang secara musikalitas tak bagus, tapi malah diluncurkan oleh label. Lagu-lagu rock semakin terpinggirkan dengan adanya aturan tak boleh memutar lagu kenceng di radio pada waktu tertentu," kritiknya.
Sedikit berbeda dengan teman-temannya, sang gitaris Bengbeng lebih menegaskan bagaimana seharusnya sebuah laber dan musisi bisa saling bekerjasama saling menguntungkan, tanpa merugikan salah satu pihak.
"Label kami ga pernah campuri pembuatan album kami. Musisi tugasnya hanya membuat musik, dan tidak harus memikirkan industri dan pasar, itu akan memberatkan musisi," tukasnya.
Bagi Pas Band, perkembangan dunia musik tanah air membutuhkan peran semua pihak. Bagi mereka musik adalah seni. Dan seni adalah sesuatu yang harus diapresiasi, terlebih jika karya seni itu berkualitas. Menurut mereka, musik harus dikembalikan menjadi sebuah karya yang dituangkan dalam bentuk fisik yakni kaset dan CD, bukan sekadar berpijak pada produk non fisik seperti ringtone.



Kirim Komentar