
Band Padi terbukti tetap konsisten dengan komitmennya untuk tidak akan pernah tampil playback atau lipsync dalam setiap penampilannya di panggung.
Menurut mereka, sebagai sebuah band panggung yang telah menciptakan sejumlah lagu, tujuan utama Padi adalah untuk tampil secara langsung atau live bagi Sobatpadi, sebutan fans mereka.
"Dengan bermain live, kita bisa improvisasi dan bahkan menikmati setiap kesalahan alami yang mungkin kita lakukan sebagai seorang musisi," kata sang gitaris, Piyu di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Komitmen Padi untuk tampil secara live sempat dipermasalahkan oleh sebuah stasiun televisi swasta yang menginginkannya untuk tampil secara playback dalam sebuah acara musik mereka.
"Untuk itulah kami menyatakan bahwa kami lebih baik bubar saja dari pada harus bermain playback," tuturnya.
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti Padi adalah sebuah band yang tidak bisa diajak untuk berkompromi dalam artian positif. Bagi mereka, tampil live adalah harga mati, meski masih bisa terkait masalah teknis lain dengan pihak televisi atau sponsor.
Dengan komitmen Padi untuk tidak akan pernah tampil playback, bukan berarti itu menjadi sebuah ajakan kepada band-band lain untuk ikut tampil secara live saja.
"Tampil live adalah pilihan kami yang kami rasa benar. Tapi bukan berarti kami anti dengan mereka yang tampil playback. Itu adalah pilihan mereka untuk tampil playback," tambahnya.
Satu hal yang menjadi acuan Padi adalah fans mereka, Sobatapadi yang selalu mendukung mereka, terlebih dalah hal penampilan live mereka. "Jika memang ada pihak yang menolak kami karena kami hanya inign tampil playback, biar nanti Sobatpadi yang menilai," tandasnya.
Namun yang cukup disayangkan oleh Piyu adalah ketika ada sejumlah musisi yang ternyata menganggap bahwa tampil live adalah sesuatu yang tidak terlalu penting. "Bahkan ada yang menjadikan ini sebagai bahan bercanda," ujarnya.



Kirim Komentar