Forum ASEAN Tourism Forum (ATF) yang digelar di Brunei Darussalam pada 24 hingga 28 Januari 2010 lalu bersepakat untuk turut mempromosikan wisata budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal tersebut tentunya dapat membantu mengenalkan heritage yang ada di Yogyakarta kepada dunia khususnya negara tetangga di ASEAN.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, menyatakan, hal tersebut bisa menjadi pendorong datangnya wisatawan heritage yang akhir-akhir ini datang ke Yogyakarta dan Malaysia untuk menikmati wisata heritage di kedua tempat yang memang terdapat sejumlah banguan tua dan bersejarah.
"Ada beberapa lokasi yang selama ini banyak diminati, seperti candi Prambanan dan Borobudur. Kedua lokasi ini bahkan sudah beberapa kali menjadi ajang Walk Heritage Internasional. Maka tidak heran DIY selalu mempunyai magnet tersendiri bagi wisatawan asing selain semakin mengenalkan DIY di mata dunia juga menambah pemasukan daerah," katanya di Yogyakarta, Senin (1/2).
Tazbir menambahkan, wisata Heritage di Yogyakarta seperti Candi Prambanan dan Borobudur akan dapat semakin dikenal masyarakat dunia. Sementara untuk wisata heritage Malaysia adalah Penang dan Malaka.
Untuk memperkuat jalinan kerjasama promosi wisata heritage DIY dan Malaysia, Tazbir menjelaskan melalui ATF ini disepakati untuk menjual wisata heritage DIY dan Malaysia.
"Hal ini bukan berarti memperjualbelikan warisan heritage tangible tetapi menjual disini diartikan mempromosikan aneka ragam peninggalan cagar budaya dari nenek moyang masing-masing daerah," ujarnya.
Naskah kerjasama promosi wisata heritage ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Namun dalam forum resmi pariwisata Asean, hubungan kerjasama pariwisata selalu digalakkan.
Dalam ATF di Brunei juga disepakati beberapa kerjasama promosi pariwisata Heritage di beberapa negara yaitu China, Jepang, Hongkong, Prancis, Italia dan Belanda. Promosi wisata heritage ini nantinya akan di dukung sepenuhnya oleh Kementrian Pariwisata Malaysia dengan beberapa perwakilan di luar negeri termasuk Indonesia.
Hal tersebut tentunya dapat membantu mengenalkan heritage yang ada di Yogyakarta kepada dunia khususnya negara tetangga di ASEAN.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, menyatakan, hal tersebut bisa menjadi pendorong datangnya wisatawan heritage yang akhir-akhir ini datang ke Yogyakarta dan Malaysia untuk menikmati wisata heritage di kedua tempat yang memang terdapat sejumlah banguan tua dan bersejarah.
"Ada beberapa lokasi yang selama ini banyak diminati, seperti candi Prambanan dan Borobudur. Kedua lokasi ini bahkan sudah beberapa kali menjadi ajang Walk Heritage Internasional. Maka tidak heran DIY selalu mempunyai magnet tersendiri bagi wisatawan asing selain semakin mengenalkan DIY di mata dunia juga menambah pemasukan daerah," katanya di Yogyakarta, Senin (1/2).
Tazbir menambahkan, wisata Heritage di Yogyakarta seperti Candi Prambanan dan Borobudur akan dapat semakin dikenal masyarakat dunia. Sementara untuk wisata heritage Malaysia adalah Penang dan Malaka.
Untuk memperkuat jalinan kerjasama promosi wisata heritage DIY dan Malaysia, Tazbir menjelaskan melalui ATF ini disepakati untuk menjual wisata heritage DIY dan Malaysia.
"Hal ini bukan berarti memperjualbelikan warisan heritage tangible tetapi menjual disini diartikan mempromosikan aneka ragam peninggalan cagar budaya dari nenek moyang masing-masing daerah," ujarnya.
Naskah kerjasama promosi wisata heritage ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Namun dalam forum resmi pariwisata Asean, hubungan kerjasama pariwisata selalu digalakkan.
Dalam ATF di Brunei juga disepakati beberapa kerjasama promosi pariwisata Heritage di beberapa negara yaitu China, Jepang, Hongkong, Prancis, Italia dan Belanda. Promosi wisata heritage ini nantinya akan di dukung sepenuhnya oleh Kementrian Pariwisata Malaysia dengan beberapa perwakilan di luar negeri termasuk Indonesia.



Kirim Komentar