Iqra adalah ayat pertama yang diturunkan. Ini bermakna yang wajib dibaca pertama kali adalah al quran karena al quran adalah sumber ilmu kehidupan, filosofi kehidupan yang harus kita jalani dengan konsekuen dilandasi dengan keimanan.
MTQ adalah turunan dalam Implementasi dari iqra dimana Al-quran bisa dipandang dari berapa sudut dan kita maknai, termasuk di antaranya cara baca yang merupakan seni. Dan seni membaca al quran yang menyuguhkan keindahan ini dapat menjadi bagian dari syiar islam.
Pada tahap adalah hafalan untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian sambutan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto dalam acara Pembukaan MTQ Tingkat Kota Yogyakarta 2010, Sabtu ( 27/02 ) bertempat di Pendopo Balaikota Yogyakarta.
Lebih lanjut Herry Zudianto mencontohkan Porprov, dimana Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah juga menyabet juara umum. "Pada MTQ 2010 diharapkan Kota Yogyakarta menjadi juara umum.
Ini tentunya harus didukung dengan latihan dan pembinaan yang baik. Diharapkan juara umum nantinya menjadi salah satu prestasi saat akhir jabatan saya saat masih menjabat sebagai Walikota" kata Harry Zudianto sebalum secara resmi membuka MTQ Tingkat Kota Yogyakarta 2010 dengan pemukulan bedug yang didampingi oleh Kapoltabes, Komandan Kodim 0743/Yka, Kepala Kantor Depag Yogyakarta dan Ketua LPTQ tingkat propinsi DIY. Rangkaian acara selanjutnya adalah penyerahan trophy dari LPTQ Kecamatan Mantrijeron kepada Walikota Yogyakarta yang kemudian di serahkan kepada panitia MTQ.
Dalam laporan penyelenggaraan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Drs. Rapingun bahwa pelaksanaan MTQ ini dengan ini dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap Al quran bagi masyarakat muslim di Yogyakarta, usaha meningkatkan kemampuan baca tulis Al quran dalam rangka penghayatan pemahaman dan pengamalan isi kandungan alquran dalam kehidupan sehari-hari
dan mempersiapkan MTQ tingkat Propinsi yang rencana akan dilaksanakan pada bulan April di kota Yogyakarta.
Yang dilombakan adalah cabang MTQ dengan Golongan Peserta Dewasa putra atau putri peserta 23 orang, golongan remaja putra atau putridengan jumlah 22 orang, golongan anak-anak putra atau putrijumlah 21 orang, golongan anak kecil putra atau putri14 orang dan tunanetra jumah peserta 3 orang.
Cabang MHQ golongan 1 juz dan tilawah putra atau putridengan peserta 14 orang, Golongan 5 jus dan tilawah putra atau putridengan peserta 11 orang, Golongan 10 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 12 orang, Golongan 20 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 12 orang dan golongan 30 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 10 orang. Tafsir Quran golongan bahasa arab putra atau putri 2 orang, golongan bahasa indonesia putra atau putri5 orang dan golongan bahasa inggris putra atau putri 6 orang.
Cabang MHQ diikuti 9 regu sejumlah 27 peserta, Cabang MSQ diikuti 24 peserta yang terbagi dalam 8 regu dan Cabang MKQ diikuti 44 orang peserta. Sehingga jumlah total peserta adalah 250 orang. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran tingkat kecamatan yang penyelenggaraannya dibiayai dengan APBD 2010. Tempat Pelaksanaan lomba adalah komplek balaikota termasuk area Masjid Diponegoro.
MTQ adalah turunan dalam Implementasi dari iqra dimana Al-quran bisa dipandang dari berapa sudut dan kita maknai, termasuk di antaranya cara baca yang merupakan seni. Dan seni membaca al quran yang menyuguhkan keindahan ini dapat menjadi bagian dari syiar islam.
Pada tahap adalah hafalan untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian sambutan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto dalam acara Pembukaan MTQ Tingkat Kota Yogyakarta 2010, Sabtu ( 27/02 ) bertempat di Pendopo Balaikota Yogyakarta.
Lebih lanjut Herry Zudianto mencontohkan Porprov, dimana Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah juga menyabet juara umum. "Pada MTQ 2010 diharapkan Kota Yogyakarta menjadi juara umum.
Ini tentunya harus didukung dengan latihan dan pembinaan yang baik. Diharapkan juara umum nantinya menjadi salah satu prestasi saat akhir jabatan saya saat masih menjabat sebagai Walikota" kata Harry Zudianto sebalum secara resmi membuka MTQ Tingkat Kota Yogyakarta 2010 dengan pemukulan bedug yang didampingi oleh Kapoltabes, Komandan Kodim 0743/Yka, Kepala Kantor Depag Yogyakarta dan Ketua LPTQ tingkat propinsi DIY. Rangkaian acara selanjutnya adalah penyerahan trophy dari LPTQ Kecamatan Mantrijeron kepada Walikota Yogyakarta yang kemudian di serahkan kepada panitia MTQ.
Dalam laporan penyelenggaraan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Drs. Rapingun bahwa pelaksanaan MTQ ini dengan ini dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap Al quran bagi masyarakat muslim di Yogyakarta, usaha meningkatkan kemampuan baca tulis Al quran dalam rangka penghayatan pemahaman dan pengamalan isi kandungan alquran dalam kehidupan sehari-hari
dan mempersiapkan MTQ tingkat Propinsi yang rencana akan dilaksanakan pada bulan April di kota Yogyakarta.
Yang dilombakan adalah cabang MTQ dengan Golongan Peserta Dewasa putra atau putri peserta 23 orang, golongan remaja putra atau putridengan jumlah 22 orang, golongan anak-anak putra atau putrijumlah 21 orang, golongan anak kecil putra atau putri14 orang dan tunanetra jumah peserta 3 orang.
Cabang MHQ golongan 1 juz dan tilawah putra atau putridengan peserta 14 orang, Golongan 5 jus dan tilawah putra atau putridengan peserta 11 orang, Golongan 10 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 12 orang, Golongan 20 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 12 orang dan golongan 30 jus dan tilawah putra atau putri dengan peserta 10 orang. Tafsir Quran golongan bahasa arab putra atau putri 2 orang, golongan bahasa indonesia putra atau putri5 orang dan golongan bahasa inggris putra atau putri 6 orang.
Cabang MHQ diikuti 9 regu sejumlah 27 peserta, Cabang MSQ diikuti 24 peserta yang terbagi dalam 8 regu dan Cabang MKQ diikuti 44 orang peserta. Sehingga jumlah total peserta adalah 250 orang. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran tingkat kecamatan yang penyelenggaraannya dibiayai dengan APBD 2010. Tempat Pelaksanaan lomba adalah komplek balaikota termasuk area Masjid Diponegoro.



Kirim Komentar