Pendidikan

Pendidikan Pluralisme Agama di mata Hamli

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
Pendidikan Pluralisme Agama di mata Hamli

Satu lagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berhasil mengukir prestasi. Dia merupakan mahasiswa Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab. SUSI (Study Of United States Institutes) merupakan kegiatan yang diikuti oleh Hamli. Acara ini di selenggarakan oleh Departmen State USA bekerja sama dengan Temple University Pensilvania.

Kegiatan ini dilaksanakan Selama lima minggu, dari tanggal 06 Januari hingga 14 Februari. Kegiatan ini lebih menuju ke ranah pemahaman praktis, maka lebih banyak kunjungan ke tempat-tempat ibadah, komunitas, kampus, museum dan volunteering. Salah satu contoh lokasi yang dikunjungi adalah Amish Community, yang mana komunitas itu tidak mau merambah kepada dunia modern.

Kunjungan ke museum merupakan agenda utama. Salah satu museum yang dikunjungi adalah museum of art, musem of science, dan museum of tolerance. Hamli belajar memahami satu hal yang sangat berarti dengan jurusan yang dia tempuh sekarang ini, orang Amerika sangatlah menghargai sejarah negerinya. Mereka membangun museum-museum ditiap sudut kota, bahkan keliling tiga museum saja dalam sehari, ini tidak akan selesai.

Pengumuman adanya beasiswa didapat dari bapak Wildan, dosen yang mengajar Islam minoritas. Beliau mengajak Hamli bertemu dan memberikan formulirnya. Hal ini berbeda dengan teman dari kampus kampus lain. Mereka dapat info dari website kampusnya sendiri. Tentu saja ini adalah sebuah kesempatan emas bagi Hamli. Tiga bulan kemudian Hamli ditelpon oleh pihak keduataan menyatakan bahwa ia lolos dan akan berangkat 6 januari 2011. Semua biaya ditanggung kecuali pembuatan passport.

Peserta dari indonesia berjumlah 20 orang. 10 dari perempuan dan 10 dari laki laki. Keduapuluh orang ini berasal dari beberapa kampus berbeda seluruh indonesia, antara lain UIN Jakarta, UGM, UI, UNPAR, UNPAD, DAN UNHAS, IAIN Sunan Ampel, UNEJ, dan UMS. sendiri, terpilih dua orang, Hamli dari sejarah dan kebudayaan islam, UIN Sunan Kalijaga dan Mohammad Ghufron Mustakim dari HI UGM.

Dalam waktu lima minggu berada diluar negeri dan berbaur dengan budaya yang berbeda membuat Hamli belajar banyak hal, tentang kebudayaan, kedisiplinan, dan pluralisme. Hamli mempelajari banyak hal tentang pluralisme agama. Yaitu sebuah kebersamaan dengan bingkai perbedaaan dalam masyarakat Amerika. Amerika adalah negeri sekuler yang sama sekali tidak ikut campur dalam hal keagamaam. Mereka memasrahkan agama yang ada di negeri mereka kepada penganutnya masing-masing.

Hamli menemukan sesuatu yang berbeda disana, ketika ia datang ke Makah Masjid yang ada di Philadelpia Pensilvania. Makah masjid berhadapan dengan sebuah gereja besar dan bagus, dan ketika ia bertanya tentang bagaimana hubungan dengan gereja disana, ternyata mereka sangatlah rukun. Misalnya, ketika bulan puasa, pihak gereja memberikan menu untuk berbuka puasa.

Hal lain adalah ketika datang ke Islamic center yang ada di Yew York. Disana ia bertemu dengan salah satu Imam yang berasal dari Makasar Indonesia, Syamsi Ali. Dalam pertemuan itu, hadir juga rabi dari agama Yahudi. Imam Syamsi Ali menjelaskan begaimana orang Yahudi dan Islam di sana sangat rukun, bahkan seperti saudara. Tiap beberapa waktu sekali, mereka saling mengunjungi tempat ibadah masing-masing.

Dari Amerika, ia belajar banyak hal tentang plurlisme. Dari semua perbedaan itu yang membuat Hamli kagum adalah bagaimana mereka menerima, mengahargai dan mengerti terhadap sebuah perbedaan di sekelilingnya.

Hamli memandang sangat ironis dengan di Indonesia. Secara pribadi sangat miris ketika masih belajar tentang pluralisme agama di amerika serikat, tapi teryata di negeri sendiri sedang terjadi sebuah penyerangan terhadap beberapa kelompok yang di anggap salah. Maka ia berusaha agar kita sebagai umat manusia saling memahami, mengerti, mendengarkan dengan jalan dialog dalam setiap masalah keagamaan yang terjadi di negeri ini.

Untuk menindaklanjuti masalah dinegeri ini, ia mempunyai beberapa program yang dibawa dari Amerika Serikat sebagai tindak lanjut program yang disebut dengan action plan(AP). AP merupakan Sebuah kegiatan presentasi dan menulis. Ia akan presentasi di beberapa pondok pesantren yang ada di Madura. Pondok pesantren yang akan menjadi tempat PA yaitu PP. Nurud Dhalam dan Darul Ulum Banyuanyar, sebagai pondok terbesar dan tertua di Pamekaan Madura. Selain itu ia akan menulis di beberapa media tentang pluralisme, yaitu di Al Ikahwan, dan Sunan Kalijaga news.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini