Dalam upaya memperkenalkan materi objek wisata serta daya tarik wisata, mahasiswa UGM yang berjumlah 90 orang, mengikuti kuliah lapangan di Museum Gunung Merapi (MGM) yang didampingi oleh Pitaya, S.E.T, M.Sc.
Beliau mengungkapkan bahwa program kuliah lapangan ini dilaksanakan sebanyak 2 minggu sekali di beberapa lokasi wisata di DIY. Program ini ditujukan untuk sebagai pelengkap mata kuliah Geografi Pariwisata. Selanjutnya, setelah beberapa objek wisata di Kabupaten Sleman, akan dilanjutkan menuju kabupaten lain di Daerah Istimewa yogyakarta.
Output setelah mahasiswa mengikuti kuliah lapangan ini, dijelaskan oleh Pitaya, S.E.T, M.Sc bahwa mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan. kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan presentasi. Harapannya adalah mahasiswa bisa mengetahui potensi, masalah, hambatan dan solusi seperti apa yang bisa diaplikasikan untuk masalah-masalah yang dihadapi.
Wasita, SS, MAP yang bertugas sebagai Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman mengatakan bahwa usaha dalam meningkatkan daya tarik pariwisata merupakan tugas yang berat. Hal ini sangat berhubungan erat dengan kesiapan objek wisata serta daya jualnya. Sehingga integritas antara pelaku wisata dan insan pariwisata perlu dioptimalkan.
Dalam konteks tersebut, Wasita manambahkan bahwa upaya untuk mengoktimalkan integrasi ini diperlukan usaha yang besar seperti mengadakan kerjasama dengan media cetak maupun elektronik, media online, pengelolaan tourismsleman.com, travel dialog ke berbagai kota, famtrip serta eksibisi event wisata didalam dan luar kota. selain itu Disbudpar Sleman juga sering mengadakan event pariwisata seperti Java Summer Camp, Tour de Merapi dan Jelajah Wisata.



Kirim Komentar