Aksi perekrutan anggota NII yang terjadi akhir-akhir ini mendapatkan reaksi dari universitas di Yogyakarta. Sebut saja Direktur Kemahasiswaan UGM Bp. Drs. Haryanto, M. Si. mengatakan bahwa pihaknya Senin (25/4) telah melakukan koordinasi secara menyeluruh. Sebelumnya, Polda DIY sudah menangkap jaringan perekrut anggota (NII) di kawasan hukum Yogyakarta. Menurut Direktur Kemahasiswaan UGM yang biasa dipanggil Sentot mengatakan bahwa modus dari perekrutan dan penggalangan dana NII dilakukan dengan berbagai cara. Korban biasanya disuruh untuk bersedekah dengan cara menjual HP, Laptop bahkan kendaraan bermotor. Modus tersebut digunakan sebagai cara untuk mengumpulkan dana untuk NII.
Pada dasarnya, hampir semua kampus disusupi oleh perekrut NII, sehingga memang kewaspadaan harus selalu dijaga. Senin kemarin (25/04) pihaknya telah malakukan koordinasi dengan wakil bidang kemahasiswaan UGM, selanjutnya malakukan koordinasi dengan wakil bidang akademik, dan melakukan koordinasi dengan pembantu rektor seluruh kampus di Yogyakarta.
Sentot menambahkan bahwa rencananya akan dibentuk tim recovery bagi para korban. Dalam kenyataan dilapangan, NII melakukan pemenggalan ayat yang disampaikan tidak secara utuh. Korban dijejali dan dicuci otaknya.
Secara terpisah, kapolda DIY Brigjen Ondang Sutarsa meminta agar semua rektor di perguruan tinggi di Yogya untuk ikut mewapadai kasus yang telah terungkap. Rencananya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pembantu rektor bidang kemahasiswaan di DIY untuk membahas antisipasi yang bisa dilakukan oleh semua pihak.



Kirim Komentar