
Pesawat Glider yang biasa digunakan untuk latihan TNI AU jatuh di perkebunan tebu yang berlokasi di di Dusun Wotgaleh, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (28/4) jam 15.45 kemarin. Mayor Yuto Nugroho yang bertindak sebagai Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto mengatakan bahwa sebab jatuhnya pesawat belum diketahu secara pasti.
Kedua korban tewas antara lain Sersan Karbol Habibur Rahman dan Sertu Ninang. Habibur Rahman sendiri merupakan anak latih dari Sertu Ninang yang merupakan instruktur terbang layang. Menurut kesaksian warga, kawat baja yang digunakan sebagai penarik pesawat Glider terlepas, biasanya pesawat cessna yang digunakan untuk menarik Glider itu melepas kawat bajanya namun sore itu tidak. Jadi tali baja malah lepas dari depan. Karena kejadian itu, Glider menukik dan dentuman suara keras terjadi.
Suara keras tersebut membuat geger warga yang ada disekitar kejadian. Menurut saksi yang lain, pesawat cessna masik berputar-putar diatas pesawat yang jatuh. Kemungkinan memberikan petunjuk pada ambulance yang saat itu masih kebingungan dimana jatuhnya korban. Saat paramedis datang dan dibarengi pasukan TNI AU, keadaan kemudian dinetralisir oleh pasukan TNI AU. Saking banyaknya warga yang berkerumun, semua yang ada dilokasi diperiksa secara ketat.
Jumat ini (29/04) sekitar jam 06.00 WIB, Pesawat Hercules bernomor A-1308 diterbangkan dari pangkalan udara TNI AU yogyakarta untuk mengantarkan jenazah Sersan Karbol Habiburrahman. Upacara penghormatan terakhir dipimpin Gubernur AAU Marsekal Muda TNI IB Putu Dunia. Setelah upacara usai, Gubernur AAU mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum mendapatkan hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Glider tersebut.



Kirim Komentar