Suasana pagi itu Selasa (03/05) tampak riuh. Para peserta sudah ada di tempat duduk
masing-masing untuk mengikuti kuliah umum bersama Dr. Nasir Tamara, D.E.A., D.E.S.S. Pagi itu prediksi kebangkitan dua negara
di Asia yaitu China dan India dibahas habis. Namun bagaimana dengan peluang negara kita?. Ternyata, secercah harapan bisa
kita raih dengan semangat optimisme.
Mendapatkan keberhasilan memang tidak mudah. Mental pemimpin akan berpengaruh terhadap
keberhasilan sebuah negara. Menurut Tamara, generasi muda dan pemimpin harus bahu-membahu untuk malakukan perubahan.
Optimisme akan menimbulkan semangat untuk maju. Sikap berani dalam menciptakan inovasi merupakan salah satu usaha yang perlu
dilakukan juga.
Akhir-akhir ini, China dan India menjadi perhatian dunia. Negara dengan mayoritas suku
bangsa Han ini terbukti telah berhasil menjual otomobil 14 juta per tahun mengalahkan Amerika yang hanya 11 juta /tahun. 420
perusahaan multi nasional di 75 negara menjadi sasaran investasi yang nilai besarannya mencapai 2,4 Miliar dollar.
India melenggang dengan optimis, hal ini ditunjukan dengan prestasi negara yang sebagian
besar beragama Hindu ini dengan melakukan perubahan seperti melakukan revolusi demografis, mulai terbuka terhadap pintu
investasi & perdagangan, serta revolusi dibidang keuangan dan perbankan.
Menurut Tamara, Indonesia adalah bangsa yang masih tertinggal dibandingkan dengan dua
negara itu. Sebenarnya ada 3 aspek yang harus dilakukan oleh bangsa ini. Pertama, Indonesia harus memperluas peluang kerja
serta mengembangkan dunia entrepreneurship, peningkatan kualitas edukasi. Kedua, peningkatan kualitas SDM dan
pengelolaan SDA, Ketiga, memilih pemimpin yang memiliki kemampuan dan tentunya ada kaderisasi kepemimpinan.
Indonesia memang akhir-akhir ini belum bisa mengimbangi kedua negara tersebut, tapi paling
tidak bisa bekerjasama secara ekonomi yang akan meningkatkan posisi tawar Indonesia terhadap dua negara itu. Perdagangan
internasional akan sangat membantu ekonomi Indonesia. Pengolahan sumber daya alam dengan tidak hanya menjual mentahnya saja
akan sangat menguntungkan. "Beberapa puluh tahun kemudian Indonesia akan menduduki posisi ke 7 pendapatan terbesar diseluruh
dunia." Beliau menambahkan bahwa beberapa produk seni kontemporer Indonesia kini mendapatkan posisinya di Asia Tenggara.



Kirim Komentar