
Aku Anak Sehat merupakan bentuk kegiatan CSR yang dilaksanakan oleh Tupperware Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memberikan edukasi perilaku hidup sehat kepada anak-anak SD yang ada di Indonesia. Gelaran kedua diselanggarakan pada Kamis (26/05) bertempat di auditorium UNY Yogyakarta yang dihadiri oleh guru, kepala sekolah dan komite sekolah se DIY dan sekitanya .
Memang anak SD saat ini sangat rentan terhadap penyakit oleh karena makanan yang diasup
saat jajan di sekolah. Bahan-bahan berbahaya yang ada dijajanan ditengarai sebagai faktor utamanya. Penggunaan bahan yang
dilarang pada makanan akan berdampak buruk terhadap kesehatan anak kemudian nanti.
Oleh karena itu, pemberian edukasi kepada anak-anak, orang tua, guru dan kepala sekolah
sangat dibutuhkan agar pesan dapat terintegrasi secara optimal. Bertindak selaku pembicara antara lain Ir. Yadi Haryadi, M.Sc
selaku Ahli Pangan & Wadah IPB, Kasie Dikdas Drs. Momon Sulaeman, M.Pd, Tim Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM,
Bosar Pardede, dan Psikolog Anak, Dra. Rose Mini, M.Psi.
Bosar Pardede mengatakan bahwa sekitar 44 persen jajanan tidak layak konsumsi karena banyak
mengandung bahan-bahan kimia seperti formalin, borax, maupun rhodamin yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini dalam jangka panjang
akan memicu sel kanker dan penyakit lainnya.
Menurutnya, peran integratif antara orang tua, guru dan pengusaha makanan akan membantu
mengurangi dampak negatif jajan disekolah. Mereka harus memberikan edukasi menyeluruh terhadap kesehatan makanan, pola hidup
sehat dan upaya mewujudkan jajanan sehat di sekolah dengan cara mengedukasi si penjual makanan.
Oleh sebab itu pada 31 Januari 2011 Wakil Presiden Boediono telah mencanangkan gerakan
menuju jajanan anak sekolah yang bermutu dan bergizi. sejak 2009 BPOM bekerjasama dangan Kemendiknas telah melakukan
bimbingan teknis di kantin-kantin sekolah. Bantuan "block grant" berupa dana sebesar Rp 25 juta disalurkan ke 288 sekolah di
seluruh provinsi di Indonesia.



Kirim Komentar