Daniek Hendarto menegaskan kebun binatang bukan merupakan lokasi yang tepat untuk mendalami
dan mempelajari orangutan. Siswa yang ada dilokasi kebun binatang paling banyak hanya berdiam sekitar 90 detik untuk
mengamati orangutan itu.
oleh sebab itu, guru dan siswa yang berkunjung di kebun binatang tidak akan mendapatkan
informasi yang akurat apabila mereka berkunjung ke kebun binatang untuk mengamati serta mempelajari hewan primata tersebut.
Hal inilah yang memicu Centre for Orangutan Protection (COP) untuk melakukan demo di
kawasan nol kilometer Yogyakarta beberapa waktu yang lalu.
Saat ini COP memuji kebun binatang gembiraloka yang hingga saat ini telah menghentikan
aktivitas pertunjukan menggunakan orangutan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan yang terjadi pada Taman Safari yang
masih menggunakan orangutan sebagai hewan untuk sirkus.
Perlu ditegaskan bahwa dengan berkunjung ke kebun binatang yang masih menggunakan orangutan
untuk sirkus adalah sebuah kejahatan. perubahan bisa terjadi bila semua pihak mendukung untuk tidak berkunjung ke kebun
binatang dan tidak lagi mengorganisir kunjungan ke kebun binatang.
banyak cara untuk mempelajari satwa liar melalui alam bebas. Mereka tidak akan terkekang
seperti dibalik jeruji, mengembalikan hewan ke habitatnya adlah pilihan terbaik untuk kelangsungan hidup orangutan.



Kirim Komentar