Machine no. #6 merupakan sebuah kolaborasi antara performans dan instalasi yang dilakukan
oleh seniman Tasmania Six_a dan seniman kolektif dari Yogyakarta Six needle Six. Para seniman ini diperkenalkan melalui HONF
dan kemudian mereka menghabiskan waktu selama lebih dari 1 minggu disebuah dusin di daerah pegunungan Menoreh Samigaluh
Kulonprogo.
Proses kolaborasi ini merupakan ide untuk menemukan sebuah format sederhana yang mewakili
ide dan visi kedelapan seniman tersebut. R. Bonar Diat SP (Otong) dan Fahla Fadila yang ditemui di Sangkring Art Project
mengatakan bahwa proses residensi dilokasi itu merupakan sebuah jalan untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat disana.
"Kami mengamati aktivitas dan kegiatan masyarakat itu." Ujar Otong.
Proses pengambilan air dari curug ini menjadi menarik dan dijadikan sebagai pokok seni
instalasinya. "Air tidak memalui pam, prosesnya diambil dari bambu yang dibikin alur dari air terjun, masyarakat menggunakan
bambu sebagai alat unt memperoleh air itu. kita membuat eksperimen dengan energi air, bagaimana air itu bisa bolak balik dan
ga akan habis." Katanya.
kolaborasi air dan sound merupakan manifestasi keaadaan suara di Samigaluh. Pada malam hari
banyak sekali suaran bunyi-bunyian seperti jangkrik, obrolan warga dan lain-lain. "kami merekam suara yg berbeda dilokasi yg
berbeda pula. Sound pada pengeras suara itu merupakan hasil suara yang kita rekam dilokasi, semua hasil sound kita record
secara software yg dipadukan secara instalasi di tempat ini." Ungkap Fahla Fadilah.
Dengan Seni istalasi air ini mereka berdua berpesan bahwa tubuh Kita mayoritas terdiri atas
air jadi secara tidak langsung dekat dengan air. "air adalah energi, energi kehidupan." Pungkas mereka berdua.



Kirim Komentar