
Eksistensi lumba-lumba di Indonesia sangat mendapatkan perhatian serius dari banyak lembaga internasional. Untuk mencegah adanya pemanfaatan lumba-lumba oleh kaum kapitalis, berbagai macam kampanye dilakukan untuk menyelamatkan satwa cerdik itu.
Sebuah aksi sosial berupa grafiti itu mengambil lokasi di Pojok Beteng Wetan, Yogyakarta,
yang dilakukan oleh gabungan seniman Yogya dan Filipina. Aksi itu merupakan bentuk nyata untuk menghindari adanya pemanfaatan
lumba-lumba. Mereka yang melakukan aksi grafiti itu antara lain Rolly Love Hate Love, Paws, Muck, Plus03, HeRe HeRe dan
seorang seniman Fiulipina yang bernama A.G. Sano.
A.G. Sano sendiri merupakan seorang seniman street art yang peduli perhadap lumba-lumba.
Pria 34 tahun ini menyatakan bahwa bila aksi seperti ini tidak dilakukan, maka Kita umat manusia tidak akan mendapatkan apa-
apa.
Acara yang disuport oleh Earth Island Institute [EII] ini juga mendapat dukungan dari
Animal Friends Jogja [AFJ] & Jakarta Animal Aid Network [JAAN dimana ketiganya merupakan sebuah gerakan yang bergerak
dibidang penyelamatan satwa.



Kirim Komentar