Tidak disangka Santiana seorang Sales IT asal Yogyakarta tersebut masuk 3 besar MasterChef
Indonesia. Awalnya Ia hanya mandapatkan rekomendasi dari teman sekantor yang sering melihat Santiana membawa nasi box untuk
makan siang di kantor. Pertemuan Tim Gudegnet dengan Santiana semakin akrab manakala Ia menjadi guest star sebagai chef pada
pembukaan Break Resto & Coffee di ruko Cassagrande Yogyakarta tadi malam, (28/09).
"Saat ini saya sibuk nerima pesenan katering kecil-kecilan, seperti nasi kotak, bermacam
persenan kue, sementara ini saya kerjakan di rumah," jelas Santiana saat berbincang-bincang dengan rekan media tadi
malam.
Sampai saat ini Ia belum terfikirkan untuk membuat restoran, "Di Jakarta saya masih belum
ada rencana untuk membuat tempat makan, ya pelan-pelanlah yang penting Saya nemu konsep yang jelas dulu, mau bikin menu
masakan western atau malah masakan tradisional," ungkapnya ramah.
Wanita lulusan D3 Sekretaris UKSW Salatiga ini tidak menyangka saat diterima di 30 besar
MasterChef Indonesia. Saat babak eliminasi itulah Ia selama 4 bulan berlaga dengan rival-rivalnya di program TV swasta RCTI
hingga masuk dijajaran 3 besar bersama Lucky dan Agus.
"Kalau diprogram MasterChef Indonesia ini semua diibaratkan sebagai kertas putih yang siap
untuk ditorehkan tinta hitam, jadi semua kontestan memang tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner, Saya menjadi
tertarik masak itu lantaran bersama suami tinggal di Jakarta, tahu dong kalo di ibu kota tidak ada makanan yang murah.
Akhirnya sejak saat itu saya jadi tertarik memasak dan jadi hobi hingga saat ini." Tukas Wanita yang kemudian memberanikan
diri ikut audisi acara TV itu.
Saat ditanya mengenai masakan apa yang disukai, Santiana menjawab menu masakan tradisional
tetap menjadi passionnya. "saya sebenernya suka masakan tradisional, anggapan orang mengenai menu ini pasti old school, namun
saya pengin mengangkatnya. Banyak restoran bergelut dimenu western, nah kalo makanan tradisional ditata secara apik, pasti
banyak peminatnya," Jelas penggemar Gudeg ini.
Suatu ketika, Ia ingin menyeriusi dunia barunya, belajar disekolah kuliner untuk
meningkatkan kapasitas sebagai seorang chef muda. "Dunia kuliner itu ternyata memiliki dinamika yang tinggi," pungkas
Santiana kepada Tim Gudegnet.



Kirim Komentar