
Street Art semacam mural (grafity) kalau dilakukan ditempat publik bisa dikategorikan vandalisme. Namun, Roemah Pelantjong memberikan media bagi para Street artists untuk mengekspresikanya. Ide ini digagas oleh Kafi Kurnia selaku CEO Roemah Pelantjong.
Pameran Street Art "Djogjakarta Slowly Asia" memang memiliki tujuan mulia agar para perupa
street art bisa memiliki media dan bebas untuk mengekspresikannya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan luasan dinding sebanyak 700 m kepada mereka
yang ingin "bercorat-coret" secara bebas. Tidak hanya itu, di Roemah Pelantjong juga terdapat Minioboro, semacam mininya
Malioboro.
Dinding-dinding yang dahulunya polos kini terisi gambar grafity yang bagus-bagus. Sebut
saja Rubs8, Vayne, Nsideone, Sucktrash dan lian sebagainya.
Tidak hanya menikmati mural saja yang bisa Anda nikmati, Anda juga bisa berbelanja aneka
macam oleh-oleh yang dipampang di Roemah Pelantjong. Batik, kaus, aneka makanan olahan bisa Anda borong disana.



Kirim Komentar