
Pangan menjadi hal yang sangat penting dalam rangka memenuhi kebutuhan asupan bagi warga masyarakat. Hal ini menjadi perhatian khusus Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S. saat memberikan pernyataannya saat melaksanakan seminar di Sekolah Pascasarjana UGM, Kamis (3/11).
Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu beberapa puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun
2050, Ia memprediksi akan ada tambahan penduduk dunia sebesar 2,32 milyar jiwa.
Dengan adanya pertambahan populasi ini, dikhawatirkan masalah pangan dunia akan menjadi
momok esensial bila tidak segera ada tindak lanjut. Sampai saat ini, beberapa negara yang telah merasakan minimnya pangan
adalah negara-negara di Afrika dan Asia Selatan.
Sunarru juga menjelaskan bahwa faktor yang perlu mendapatkan perhatian saat ini adalah
poerubahan iklim, kegagalan produksi pangan, kemudian kebijakan investasi pertanian yang dikesampingkan.
Budaya masyarakat akan memakan nasi juga menjadi masalah tersendiri bagi bangsa ini.
"Sebetulnya tidak harus makan nasi, bahan lain seperti ubi, jagung bisa menjadi asupan," jelas Sunarru.
Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi problem ini harus secara sigab. Misalnya
peningkatan kualitas SDM dalm penyediaan penyuluh pertanian sangat penting, serta dapat mempertimbangkan potensi keragaman
sumberdaya pangan nasional, "seharusnya Indonesia bisa memimpin dalam menjamin pangan nasional dan bahkan memasok sebagian
kebutuhan masyarakat internasional," puingkasnya.



Kirim Komentar