Keterbatasan seseorang untuk meraih sesuatu tentunya bisa menjadi pemacu prestasi dalam
dunia pendidikan. Banyak diantara pelajar putus sekolah diluar sana tidak dapat melanjutkan pendidikan. Namun dengan
kegigihan dan usaha yang keras, prestasi tentunya bisa diraih meski dalam keadaan yang terjepit.
Demikianlah yang dirasakan oleh Sri Harmini, seorang lulusan UGM jurusan eknologi Pangan &
Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM angkatan 2007 dengan memperolah predikat cumlaude. Rasa bangganya tertoreh
disenyum simpulnya manakala bertemu dengan rekan media pada Selasa (22/11) diruang Stana Parahita seusai mengikuti wisuda
Program Sarjana UGM di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur.
Ia merupakan salah satu dari 16 mahasiswa UGM yang mengikuti jalur Program Penjaringan
Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). Anak dari seorang tukang bakso keliling ini saat itu terpuruk saat mendengar bahwa sang
ayah harus dioperasi lantaran terkena hernia.
"Saat itu saya hampir putus sekolah dan keadaan ayah lagi sakit. Namun guru BK disekolah
saya memanggil saya untuk mengikuti seleksi PBUTM di UGM, Alhamdulilah saya diterima dan bisa kuliah sampai selesai ini,"
jelasnya.
Kedepan, Ia tidak ingin mencari pekerjaan. Ia ingin mencari beasiswa untuk melanjutkan
studi S2 oleh karena cita-citanya menjadi dosen sangat kuat. "Kalau orang tua sih selalu mendukung apa yang menjadi cita-cita
saya," pungkasnya pada Tim Gudegnet.



Kirim Komentar