Siang itu Senin (02/01) matahari tidak begitu menyengat karena mendung tergantung diatas
angkasa. Ratusan siswa-siswi SD Salsabila Klaseman Sleman Yogyakarta akan mengikuti pelajaran life skill untuk dikenalkan
pada kegiatan aero modelling. Aktivitas ini mempergunakan sarana miniatur (model) pesawat terbang untuk tujuan rekreasi,
edukasi dan olah raga.
Setelah Shalat Dhuhur, anak-anak itu begitu antusias menuju ke halaman masjid setempat
untuk menyaksikan secara langsung pesawat terbang dan Trikopter buatan Muhammad Thoha owner dari komunitas Seribu bintang.
Dengan menggunakan megaphone, Thoha menjelaskan secara singkat tata cara pembuatan pesawat
menggunakan gabus. Anak-anak sempat ragu apakah pesawat itu akan terbang lantaran angin siang itu lumayan kencang.
Saat dicoba, burrr...pesawat dari gabus itu bisa melayang hingga 300 meter tingginya.
"Kalau pesawat gabus ini sebenarnya bisa terbang hingga 1km, namun karena kemampuan pandang manusia terbatas, maka Kami
menerbangkan pesawat ini sesuai kemampuan pandangan manusia saja," jelas Thoha kepada Tim Gudegnet.


Habibie dari selokan mataran ini awalnya tertarik kepada dunia aeromodeling sejak 2007
silam, namun Ia mulai menekuni bisnis ini baru sekitar 1 tahun terakhir.
Untuk membuat pesawat dari gabus ini dibutuhkan modal sekitar 1 juta rupiah. Berbeda dengan
Trikopter yang harganya bisa lebih mahal tergantung dari peralatan yang dipasang. Trikopter sendiri bisa terbang hingga 100
meter.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Salsabila, M. Zailani, mengatakan bahwa kegiatan ini
bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi agar lebih termotivasi untuk belajar. "Ini merupakan hari pertama masuk sekolah,
semoga kegiatan ini bisa melahirkan Habibie-Habibie lain dimasa mendatang," pungkasnya kepada Tim Gudegnet.



Kirim Komentar