Delegasi Kementrian Energi Timor Leste malakukan kunjungan ke UGM dalam rangka mengetahui
perkembangan studi mahasiswa asal Timor Leste yang dikirim berkuliah di UGM. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh
Alfredo Pires dan kemudian disambut oleh Rio Rini Moehkardi, M.A. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM.
Pemerintah Timor Leste mengirimkan pelajar setingkat SMA untuk kuliah di UGM setiap
tahunnya. Untuk saat ini saja telah tercatat setidaknya ada 38 mahasiswa Timor Leste yang kulaih di Kampus tersebut. Mereka
mengambil beberapa program studi seperti MIPA, Geografi,Teknik Geodesi, Teknik Kimia, dan Teknik Fisika.
Dari sejumlah pemaparan dosen pembimbing akademik yang hadir dalam kesempatan itu diketahui
terdapat sejumlah persoalan yang dialami oleh mahasiswa Timor Leste. Beberapa mahasiswa tercatat memiliki Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK) yang masih berada di bawah angka yang dipersyaratkan. Hal tersebut terjadi karena persoalan pengusaaan
bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Disamping itu juga persoalan budaya serta rendahnya motivasi mahasiswa
untuk belajar.
Menurut Rio Rini Moehkardi, UGM telah melakukan program pendampingan. Mahasiswa tersebut
diawal tahun mendapatkan matrikulasi selama 10 bulan untuk meningkatkan kemampuan akademik.
Menanggapi persoalan yang ada, Alfredo Pires mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan
evaluasi terkait pemberian beasiswa ke UGM bagi pelajar Timor Leste. Kedepan proses seleksi pemberian beasiswa akan lebih
ditingkatkan kualitasnya. Selanjutnya pelajar yang terpilih akan dipersiapkan secara khsusus agar siap ketika berkuliah di
UGM.



Kirim Komentar