Sosial Ekonomi

Bantuan Seharusnya Tak Memanjakan Penerima

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Hampir dua tahun sudah, Catholik Relief Services (CRS) menyelenggarakan Emergency Response Program atau Program Tanggap Darurat terhadap tujuh dusun korban gempa DIY dan Jawa Tengah yakni Piring, Srihardono, Pundong, Bantul; Katekan, Gantiwarno, Klaten; Melikan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman; Potorono, Banguntapan, Bantul; Ketonggo, Wonokromo, Plered, Bantul; Brangkal Wedi, Klaten; dan Kecamatan Kalasan, sleman.

Program yang dimulai usai gempa dan direncanakan selesai pada 31 Maret 2008 ini telah berhasil membangun 340 unit rumah, 375 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), memberikan bantuan ekonomi kepada 600 kepala keluarga, bantuan kepada anak-anak berupa sarana bermain sepak bola (soccer clinics), dan berbagai peralatan kerja dan masak.

"Selama dua tahun ini CRS telah berhasil membangun 340 unit rumah, 375 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), memberikan bantuan ekonomi kepada 600 kepala keluarga, bantuan kepada anak-anak berupa sarana bermain sepak bola (soccer clinics), dan berbagai peralatan kerja dan masak kepada ke-tujuh dusun di DIY dan Jateng yakni Piring, Potorono, Ketonggo (Bantul); Katekan, Brangkal Wedi (Klaten); Melikan dan Kecamatan Kalasan Sleman)," kata koordinator program CRS Yogyakarta, Syahri Ramadhan kepada GudegNet, Senin (24/03) di Mercure Hotel Yogyakarta.

Meski tidak secara khusus memberikan program bimbingan trauma healing atau penyembuhan trauma bagi korban gempa, namun CRS menaruh perhatian lebih kepada anak-anak dengan memberikan sarana bermain sepak bola (soccer clinics) yang ternyata banyak digemari oleh anak-anak yang mampu membantu mereka menghilangkan trauma gempa.

Lebih lanjut, keterlibatan masyarakat korban gempa secara langsung dalam membangun sarana dan prasarana mereka seperti rumah serta pemberian alat kerja bagi mereka oleh Syahri diharapakan mampu memberikan semangat bagi mereka untuk kembali bangkit meski tak lagi dapat bantuan dari pihak lain (CRS).

"Keterlibatan masyarakat korban gempa secara langsung dalam membangun sarana dan prasarana mereka seperti rumah serta pemberian alat kerja bagi mereka diharapakan mampu memberikan semangat bagi mereka untuk kembali bangkit meski tak lagi dapat bantuan dari pihak lain seperti CRS," tambah Syahri.

Sementara itu perwakilan dari penerima bantuan, Maryati dari dusun Piring, Srihardono, Pundong, Bantul menyatakan rasa senang dan bangga telah dibantu oleh CRS. Dengan bantuan CRS, pengusaha geplak ini kembali mampu menjalankan usaha kecilnya tersebut yang sempat berhenti akibat gempa. "Saya merasa senang dan bangga telah dibantu oleh CRS dalam menjalankan kembali usaha geplak saya," kata Maryati.

Hari Senin (24/03), CRS secara resmi akan menutup kantor perwakilan Jogja. Dalam kesempatan yang sama, CRS juga menggelar "Learning Event" sebagai komitmen dalam hal akuntabilitas program yang juga bertujuan berbagi pengalaman dan mendapatkan umpan balik untuk melengkapi akhir program.

Berbagai bantuan yang diberikan oleh banyak pihak kepada masyarakat korban gempa 27 Mei 2008 lalu sepatutnya tidak membuat penerima bantuan menjadi manja dan hanya mengharapkan bantuan dari para donatur saja, namun harus menjadi modal bagi mereka untuk kembali bangkit dengan semangat baru.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    IMMANUEL 94,3 FM

    IMMANUEL 94,3 FM

    Immanuel 94,3 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini