Untuk menandai empat tahun pascagempa Jogja pada 27 Mei 2006 lalu, Pemprov DIY, Pemprop Jateng, dan sejumlah LSM Internasional serta bekerja sama dengan Komunitas Bike To Work Jogja akan melakukan Sepeda Kampanye Pengurangan Resiko Bencana dan Tlusap Tlusup Kota Gede.
Ketua Bike to Work Jogja, Thomas Widiyanto menyatakan, Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Mei 2009, dengan mengambil start dari bunderan UGM pada pukul 06.30 WIB dan finish di Balai Desa Jagalan, Jl. Mondorakan, Kotagede pada sekitar pukul 09.00 WIB.
"Seluruh peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok yang akan mengambil rute yang berbeda ke arah Timur Barat dan Selatan dan menyusuri jalan utama dan jalan-jalan kampung, dan nantinya seluruh peserta akan kembali berkumpul di Balai Desa Jagalan, Jl. Mondorakan, Kotagede," katanya.
Setelah tiba di finish, kegiatan akan dilanjutkan dengan Tlusap-Tlusup Kota Gede (heritage tour) bersama bersama teman-teman dari Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).
"Kami memilih melakukan heritage tour di Kota Gede karena tempat ini adalah sebuah situs sejarah Jawa kuno yang rusak parah terkena dampak gempa empat tahun silam," katanya seraya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagaipengingat bagi semua agar senantiasa waspada dan siaga dalam menghadapi bencana, serta memupuk rasa kecintaan kita terhadap bangunan bersejarah.
Melalui kegiatan ini pula, Thomas ingin terus mengajak masyarakat untuk kembali bersepeda, "Kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang menjadi target kampanye tanggap bencana ini, tentang pentingnya bersepeda bagi lingkungan," terangnya.
Sebelumnya, Komunitas Bike To Work Jogja juga telah menggelar serupa pada 19 Desember 2009 lalu, yakni dengan nama Pit Tanggap Bencana. Kegiatan tersebut dilakukan dengan bersepeda mendatangi halte-halte Transjogja yang tersebar di wilayah kota Yogyakarta.
Untuk itu, kegiatan kali ini yang bertemakan "Empat Tahun Pascagempa Tangguh Menuju Kemandirian Bersama," Ini adalah kegiatan lanjutan dari Pit Tanggap Bencana dengan mengambil cakupan yang lebih luas.
Pada kegiatan bersepeda yang juga terbuka bagi umum ini nanti, ratusan pesepeda akan bergabung dan menyusuri hampir seluruh kelurahan di kota Yogyakarta sembari menaruh dan membagikan beberapa materi sosialisasi Tanggap Bencana berupa stiker dan poster.
Ketua Bike to Work Jogja, Thomas Widiyanto menyatakan, Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Mei 2009, dengan mengambil start dari bunderan UGM pada pukul 06.30 WIB dan finish di Balai Desa Jagalan, Jl. Mondorakan, Kotagede pada sekitar pukul 09.00 WIB.
"Seluruh peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok yang akan mengambil rute yang berbeda ke arah Timur Barat dan Selatan dan menyusuri jalan utama dan jalan-jalan kampung, dan nantinya seluruh peserta akan kembali berkumpul di Balai Desa Jagalan, Jl. Mondorakan, Kotagede," katanya.
Setelah tiba di finish, kegiatan akan dilanjutkan dengan Tlusap-Tlusup Kota Gede (heritage tour) bersama bersama teman-teman dari Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).
"Kami memilih melakukan heritage tour di Kota Gede karena tempat ini adalah sebuah situs sejarah Jawa kuno yang rusak parah terkena dampak gempa empat tahun silam," katanya seraya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagaipengingat bagi semua agar senantiasa waspada dan siaga dalam menghadapi bencana, serta memupuk rasa kecintaan kita terhadap bangunan bersejarah.
Melalui kegiatan ini pula, Thomas ingin terus mengajak masyarakat untuk kembali bersepeda, "Kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang menjadi target kampanye tanggap bencana ini, tentang pentingnya bersepeda bagi lingkungan," terangnya.
Sebelumnya, Komunitas Bike To Work Jogja juga telah menggelar serupa pada 19 Desember 2009 lalu, yakni dengan nama Pit Tanggap Bencana. Kegiatan tersebut dilakukan dengan bersepeda mendatangi halte-halte Transjogja yang tersebar di wilayah kota Yogyakarta.
Untuk itu, kegiatan kali ini yang bertemakan "Empat Tahun Pascagempa Tangguh Menuju Kemandirian Bersama," Ini adalah kegiatan lanjutan dari Pit Tanggap Bencana dengan mengambil cakupan yang lebih luas.
Pada kegiatan bersepeda yang juga terbuka bagi umum ini nanti, ratusan pesepeda akan bergabung dan menyusuri hampir seluruh kelurahan di kota Yogyakarta sembari menaruh dan membagikan beberapa materi sosialisasi Tanggap Bencana berupa stiker dan poster.



Kirim Komentar